Gerakan Bersenjata Houthi Serang Kapal Perang Arab Saudi

Photo : Abbas Almutwkel via YouTube

Sanaa – Gerakan bersenjata Houthi menyerang kapal perang Arab Saudi di pantai barat Yaman, Senin, 30/1/2017, menyebabkan ledakan yang menewaskan dua awak kapal itu dan melukai tiga orang lain, kantor berita Saudi SPA.

Houthi mengatakan telah meluncurkan peluru kendali balistik ke arah pangkalan militer gabungan pimpinan Saudi di puau Zuqar, Laut Merah, yang terletak di antara Yaman dan Eritrea, pada Selasa pagi, ujar lembaga berita kelompok itu, Al Masira.

Belum ada tanggapan langsung dari kelompok itu terkait pernyataan bersangkutan dan belum jelas apakah jatuh korban dalam serangan tersebut.

Serangan itu menandai peningkatan perang di pantai barat Yaman antara kelompok Houthi, yang bersekutu dengan Iran, dan persekutuan pendukung pemerintahan Yaman, yang diakui internasional.

“Sebuah kapal pengawal Arab Saudi, yang meronda di sebelah barat pelabuhan Hodeidah, mendapatkan serangan dari tiga kapal bunuh diri petempur Houthi,” kata persekutuan pimpinan Saudi, yang melawan yaman, dalam pernyataan di SPA.

https://youtu.be/HkjWWiUKQII

Salah satu kapal menabrak bagian belakang kapal Saudi itu, menyebabkan sebuah ledakan dan kebakaran yang menewaskan dua awak kapal dan melukai tiga orang lainnya.

Saluran Al Masira milik Houthi memberikan tanggapan yang berbeda terkait hal tersebut, dengan mengutip seorang sumber militer yang menyebutkan ledakan itu disebabkan oleh sebuah peluru kendali.

Itu adalah serangan kedua Houthi terhadap kapal di lepas pantai Yaman dalam enam bulan belakangan.

Kelompok itu terlibat dalam sejumlah pertempuran di daratan dengan pasukan koalisi dan para petarung pro-pemerintah, yang mencoba bergerak ke arah utara untuk menyingkirkan kelompok Houthi yang ada di sejumlah pelabuhan Laut Merah.

Sekutu pimpinan Arab Saudi memperingatkan bahwa serangan terhadap kapal “akan berdampak terhadap navigasi internasional dan bantuan kemanusiaan ke arah pelabuhan untuk warga Yaman”.

Arab Saudi beserta sekutu Teluk Arab mereka melancarkan ribuan serangan bom di Yaman sejak Maret 2015, mencoba mengembalikan pemerintahan Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi, yang digulingkan.

Antara/Reuters