Paskhas Terjun dari Ketinggian 8000 Kaki

Prajurit Yonko 462 Paskhas (credit photo :TNI Angkatan Udara @_TNIAU)

Pekanbaru – Sebanyak 113 prajurit Paskhas Batalyon Komando 462 Pulanggeni Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru menggelar atraksi terjun payung sebagai bagian dari latihan terjun penyegaran dari ketinggian 8.000 kaki.

“Latihan ini sebagai upaya untuk menjaga dan membina kemampuan para prajurit,” kata Kepala Keselamatan Kerja (Kalamja) Korpaskhas 462 Pulanggeni Kolonel Pas Novla Mirza di Pekanbaru, 1/2/2017.

Latihan ini dilakukan di langit Kota Pasir Pangaraian, Kabupaten Rokan Hulu atau berjarak sekitar 200 kilometer dari Kota Pekanbaru, 1/2/2017.

Ia menjelaskan latihan itu dilakukan menggunakan Pesawat Hercules C-130 dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh.

Ke 113 prajurit itu, lanjutnya, melakukan dua jenis latihan. Pertama adalah terjun statik dengan ketinggian 1.200 kaki yang dilakukan 84 prajurit.

Selanjutnya latihan terjun bebas atau “free fall” dari ketinggian 8.000 kaki yang dilakukan 29 prajurit.

“Dari latihan ini kita dapat melihat kesiapan para prajurit, sehingga kapanpun dibutuhkan mereka dapat melakukan penerjunan, karena penerjunan ini dapat dilakukan kapan saja baik pagi, siang bahkan malam hari,” tuturnya.

Kapten Pas Abidondifu dari Yonko Paskhas 462 Pulanggeni mengatakan penerjunan dilakukan dua kali untuk masing-masing latihan.

Ia menambahkan pemilihan latihan penerbangan di Kabupaten Rokan Hulu merupakan salah satu upaya pembinaan potensi dirgantara (Binpotdirga) yang dilaksanakan oleh TNI AU. Dalam hal ini Lanud Rsn dan Yonko 462 Paskhas untuk dapat menanamkan serta meningkatkan minat dirgantara dari masyarakat, khususnya para generasi muda di Rokan Hulu.

“Dengan harapan ke depannya baik masyarakat maupun generasi muda di Riau dapat semakin mengenal dan dekat dengan TNI AU, sehingga dapat dapat mendorong semakin banyak minat generasi muda untuk bergabung dengan TNI AU,” jelasnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar. Mulai dari persiapan, penerjunan hingga kembali ke pangkalan di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Bahkan, antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi, terbukti dengan banyaknya warga yang telah berkumpul sedari pagi untuk dapat menyaksikan kegiatan tersebut.

Antara