China Telah Melakukan Uji Peluncuran Rudal Balistik DF-5C

SHANXI – China telah melakukan uji peluncuran DF-5C, sebuah ICBM (Intercontinental Ballistic Missile) tiga tahap buatan Cina. Uji terbang rudal DF-5C dilakukan awal bulan ini menggunakan 10 kendaraan dilengkapi hulu ledak mandiri atau MIRV.

Rudal Dongfeng-5C secara fisik memiliki bentuk dan ukuran yang sama dengan Dongfeng-5B. Dalam pengujian itu, rudal membawa 10 hulu ledak kosong, diluncurkan dari Pusat Peluncuran Ruang Angkasa Taiyuan di provinsi Shanxi, dan terbang menuju gurun di China barat, kata laporan itu.

Rudal DF-5C merupakan versi terbaru dari keluarga ICBM DF-5, sebuah rudal balistik antarbenua yang pertama masuk ke layanan militer China di awal tahun 1980-an.

Rudal ICBM DF-5 pertama kali diuji pada bulan September 1971, dengan jangkauan 10.000 hingga 12.000 km yang memungkinkan digunakan untuk menyerang bagian barat Amerika Serikat. Sejak tahun 1983 China meresmikan peningkatan DF-5A, dengan peningkatan jangkauan lebih dari 13.000 km dan sistem panduan yang lebih akurat.

Versi perbaikan dari rudal ini bernama DF-5B, dipertunjukkan ke publik selama parade di Beijing untuk merayakan 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II pada tanggal 3 September 2015. Ukuran fisik dari DF-5B identik dengan DF-5A (CSS-4 Mod 2) tetapi telah ditingkatkan kemampuannya untuk membawa hulu ledak MIRV (Multiple Independent Re-entryVehicle).

Secara total, China diperkirakan memiliki sekitar 260 hulu ledak nuklir, dimana jumlah pasti hulu ledak yang aktif dan kapan disebarkan masih belum diketahui. Namun, pada 2013, Intelijen Amerika Serikat memperkirakan bahwa China telah mengaktifkan arsenal ICBM berkisar antara 50 rudal berbasis darat dan 75 rudal berbasis laut.

Pada bulan Desember 2015, China meresmikan tiga kekuatan militer baru yaitu Komando Umum Angkatan Bersenjata, Pasukan Pendukung Strategis PLA, dan Pasukan Rocket PLA.

Penciptaan Pasukan Rocket merupakan bagian dari langkah besar dari restrukturisasi militer China dengan streamline komando bawah kendali langsung dari Komisi Militer Pusat. Kekuatan baru ini dianggap sebagai cabang keempat dalam militer China, sejajar dengan Angkatan Darat PLA, Angkatan Laut PLA, dan Angkatan Udara PLA.

JakartaGreater