Pengembangan Sistem Pertahanan Udara S-500 Rusia Berjalan Sesuai Jadwal

(Ilustrasi)

MOSCOW – Pekerjaan pada pengembangan sistem rudal pertahanan udara S-500 berlanjut seperti yang telah dijadwalkan, kata Wakil Perdana Menteri Rusia, Dmitry Rogozin pada hari Selasa, 31 Januari 2017. S-500 yang dijuluki Prometheus adalah generasi baru dari sistem rudal pertahanan permukaan-ke-udara. (Army Recognition, Kamis)

Model skala sistem rudal pertahanan udara baru buatan Rusia S-500 TEL (Transporter Erector Launcher).

“Pengerjaan pada sistem ini berjalan sesuai jadwal. Kami memiliki masalah teknis terkait dengan tes rudal berbasis laut dan darat generasi terbaru, tapi sekarang masalah itu telah diselesaikan berkat dewan penelitian dan teknis dari Komisi Industri Pertahanan, Akademi Sains Rusia, Concern Almaz-Antey. Sekarang kita melangkah maju”, katanya kepada wartawan ketika ditanya kapan sistem S-500 akan beroperasi.

Rogozin mengatakan bahwa para ahli kini sedang menganalisa pengalaman penggunaan senjata melawan teroris di Suriah.

“Tugas utama saat ini adalah untuk mengatur produksi massal senjata untuk tentara kami di perusahaan Almaz-Antey. Namun belum diputuskan bagaimana caranya mengatur produksi di fasilitas yang ada saat ini dengan investasi minimum dan bukannya dengan membangun pabrik baru”, katanya, menambahkan bahwa masalah ini harus diselesaikan pada akhir Februari 2017.

Lima baterai rudal S-500 direncanakan akan memasuki layanan Angkatan Bersenjata Rusia pada tahun 2020. Sebuah baterai S-500 akan dipadukan dengan baterai S-400 dan akan menggantikan rudal pertahanan udara S-300. Unit pertama S-500 akan dikerahkan di sekitar Moskow dan wilayah pusat Rusia.

S-500 “Prometheus” (Rusia menyebutnya 55R6M Triumfator-M) adalah generasi terbaru dari sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara buatan Rusia, saat ini sedang dikembangkan oleh perusahaan pertahanan Almaz-Antey Rusia.

Menurut sumber Rusia, S-500 Triumfator-M adalah versi lanjutan dari S-400 Triumf dengan komponen khusus yang dirancang untuk mencegat rudal balistik pada ketinggian hingga 200 km.

Sistem S-500 diharapkan memiliki jangkauan yang diperpanjang hingga 600 km (lebih dari 370 mil) dan sekaligus mampu menyerang hingga 10 target secara simultan. Sistem ini akan mampu menghancurkan target hipersonik dan balistik.

JakartaGreater