Jerman : Iran Uji Rudal Berkemampuan Angkut Nuklir

(Islamic World Update ?@islamicworldupd)

Berlin – Iran telah melakukan uji coba peluru kendali jelajah bernama “Soumar” yang memiliki kemampuan mengangkut senjata nuklir selain melakukan uji coba peluncuran rudal balistik jarak menengah pada (29/2/2017), demikian laporan koran Jerman, Die Welt, Kamis, 02/2/2017.

Tidak ada komentar yang diberikan dari pihak lembaga intelijen luar negeri Jerman, BND, atau dari pihak berwenang di Iran.

Koran tersebut yang mengutip sumber dari pihak intelijen tak dikenal melaporkan bahwa rudal jelajah Sumar dibuat di Iran dan melakukan perjalanan sekitar 600 kilometer di uji coba pertama yang diketahui berhasil.

Rudal tersebut diyakini mampu membawa senjata nuklir dan bisa menjelajah pada jarak 2.000 hingga 3.000 kilometer, demikian koran itu mengutip sumber-sumber intelijen.

Rudal jelajah lebih tangguh daripada rudal balistik sejak mereka menerbangkan pada ketinggian rendah dan mampu menghindari radar lawan, mengacaukan pertahanan rudal, dan mencapai sasaran lebih dalam di wilayah musuh.

Namun keuntungan terbesar dari sudut pandang Iran, demikian seorang pakar keamanan kepada Die Welt, bahwa sejumlah rudal jelajah itu tidak disebutkan dalam resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melarang pembuatan rudal balistik berkemampuan angkut senjata nuklir.

Sanksi internasional terhadap Teheran dicabut pada Januari tahun lalu berdasarkan kesepakatan nuklir pada 2015 yang difasilitasi oleh Inggris, Prancis, Jerman, China, Rusia, dan Amerika Serikat.

Berdasarkan kesepakatan nuklir tersebut Iran menyetujui pembatasan program senjata nuklirnya sebagai ganti atas pencabutan sanksi terpentingnya.

Menurut resolusi PBB tahun 2015 yang mendorong kesepakatan tersebut, Iran masih diminta untuk menahan diri dari pembangunan rudal balistik yang dirancang untuk menyediakan senjata nuklir selama delapan tahun.

Media Iran melaporkan bahwa uji coba rudal jelajah terjadi beberapa jam setelah Washington memberikan surat pemberitahuan kepada Iran atas uji coba rudal balistiknya dan memberikan isyarat bahwa hal itu bisa menimbulkan sanksi baru.

Iran pada Rabu (1/2) lalu mengonformasi bahwa pihaknya melakukan uji coba peluncuran rudal balistik baru, namun pihaknya menyatakan bahwa uji coba tersebut tidak melanggar kesepakatan negara Republik Islam tersebut dengan negara-negara maju di dunia atau PBB.

Dewan Keamanan PBB mendukung pakta tersebut.

Antara/Reuters