Sempurnakan Tiga Kelemahan, T-50 Pakfa Bisa Menjadi Siluman Paling Berbahaya

Foto : Port.Pravda.Ru

Rusia akan bersabar menunggu kesiapan tempur pesawat generasi kelima T-50 Pakfa, dan hingga saat itu tiba Angkatan Udara Rusia masih akan tergantung pada Su-35.

Sebelumnya Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan, T-50 akan dikirimkan dalam jumlah kecil setelah tahun 2018. T-50 Pakfa masih harus menjalani berbagai penyempurnaan sebelum siap diproduksi dalam skala besar.

“Kemungkinan besar (T-50) akan menjadi bagian dari Program State Armament Program for the 2018-2025,” kata Borisov. Menurut Borisov, Angkatan Udara akan melihat dulu kemampuan T-50 di lapangan, dan akan mencari kelemahan dan kekurangannya untuk diperbaiki sehingga pada akhirnya akan menjadi pesawat tempur terbaik

Menurut Pavel Bulat, Direktur Mechanics and Energy Systems international Laboratory at the University of Information Technologies, saat ini masih ada tiga kekurangan pada T-50 yang menghambat pembangunannya secara penuh.

Yang pertama adalah pada mesin pesawat tempur generasi 5 yang belum ada. Mesin dengan bahan komposit baru yang sedang dikembangkan akan membuat T-50 mampu melakukan penerbangan dengan kecepatan supersonik tanpa ufterburner. Mesin jet tempur generasi baru akan diuji dalam 18 bulan ke depan, dan kemungkinan besar baru siap digunakan pada tahun 2020.

Selain mesin, T-50 juga masih harus mendapatkan penyempurnaan pada sistem radar dan mengurangi kelemahan pada desain silumannya.

Jika ketiga kelemahan T-50 itu sudah bisa disempurnakan, Pavel Bulat yakin T-50 akan menjadi pesawat tempur paling modern di dunia saat ini.

JakartaGreater

Sharing

Tinggalkan komentar