Miris…Untuk Bisa Terbang, Kadang Marinir AS Lakukan Kanibal Onderdil Pesawat

Di akhir tahun 2016, Korps Marinir AS memiliki 1065 pesawat yang tersebar di seluruh dunia, mulai dari helikotper serang ringan seperti Super Cobra hingga pesawat angkut C-130.

Namun ternyata, dari sejumlah itu hanya 439 unit atau 40% yang siap operasional. Sisanya yang 60% dinyatakan tidak laik operasi, baik karena rusak, sedang di service, perbaikan atau ada yang masih menunggu suku cadang.

Di saat Korps Marinir dituntut untuk semakin meningkatkan kesiapan tempur dan meningkatkan jam terbang para pilotnya pasca berakhirnya perang tahun 2014, Marinir AS menghadapi kendala suku cadang yang sangat mengkhawatirkan.

Bahkan Letnan Jenderal Jon “Dog” Davis, Deputy Commandant for Aviation, para teknisi terkadang harus melakukan kanibalisasi untuk membuat pesawat tetap mampu operasional.

Di antara pesawat yang paling sering digunakan Korps Marinir adalah helikopter dan pesawat angkut, namun semuanya juga memiliki masalah yang sama, hanya sebagian yang bisa terbang, persentase itu semakin turun dengan rincian sebagai berikut:

61 % pada pesawat tempur AV-8B Harrier
50 % pada helikopter MV-22 Osprey
56 % pada pesawat CH-53E super Stallions
64 % pada pesawat C-130 Hercules
55 % pada pesawat tempur F / A-18 Hornet

Krisis kesiapan operasional pesawat menyebabkan kemampuan penyebaran yang minim pada Korps Marinir, baru-baru ini Korps Marinir harus menarik 6 dari 12 armada MV-22 Osprey yang tergabung dalam Crisis Response Task Force for Africa.

Military.com