Filipina Tertarik Beli Alutsista dari China, Termasuk UAV

MANILA – Filipina telah mengajukan daftar alutsista yang dapat disediakan Beijing melalui hibah senilai 14 juta dollar (Rp. 186 milyar), kata Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana pada hari Selasa, 7 Februari. (Army Recognition)

Menteri Pertahanan Filipina juga menyebut tambahan permintaan lain untuk pengadaan alutsista senilai 500 juta dollar (Rp. 6,6 trilyun) dari China, termasuk amunisi presisi berpemandu, kapal laut dan UAV (Unmanned Aerial Vehicle).

Lorenzana mengatakan ia telah menyerahkan daftar tersebut kepada duta besar China, Zhao Jianhua “tiga pekan silam”. Jika pihak China menyetujui pendanaan, maka perwakilan dari pemerintah Filipina akan pergi ke China, menurut laporan tersebut.

“Kami belum pergi ke sana (untuk mengirim perwakilan) karena kami baru memberikan daftarnya, jadi jika mereka bersedia menyediakan peralatan, saat itulah kita akan pergi”, kata Lorenzana.

Ditanya mengenai apakah daftar permintaan tersebut mencakup amunisi presisi dipandu, Lorenzana mengatakan, “Ya”. Dia menambahkan, “Kami meminta banyak hal, termasuk kapal, drone…” kata laporan itu.

Selanjutnya Lorenzana mengatakan bahwa amunisi presisi dipandu berada dalam daftar peralatan yang tercakup dalam pinjaman lunak senilai 500 juta dollar, bukan melalui hibah 14 juta dollar tersebut.

Menurut laporan itu, ia secara khusus menyebutkan bahwa Filipina telah meminta amunisi presisi dipandu, bukan rudal yang lebih “canggih”. Amunisi presisi dipandu adalah amunisi dipandu satelit yang dirancang untuk mencapai target tertentu.

Lorenzana juga mengatakan bahwa PGM akan “mengurangi” jatuhnya korban, dibandingkan dengan penggunaan bom terarah, menurut laporan tersebut.

JakartaGreater

Leave a Reply