AS Akan Menambah Kehadiran THAAD di Asia

WASHINGTON – Dengan semakin bertambahnya tes rudal Korea Utara, Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Army) akan meningkatkan kehadiran sistem pertahanan udaranya di Asia, dengan penyebaran Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) dan radar AN/TPY-2 di Jepang untuk meningkatkan pertahanan rudal balistik di wilayah tersebut. (Army Recognition)

Sejak Kim mengambil alih Korea Utara pada akhir 2011 setelah kematian ayahnya, Kim Jong-il, negara itu telah melakukan dua uji coba nuklir. Mereka juga telah meluncurkan lebih dari 120 rudal.

Peluncuran itu dua kali lebih banyak dibandingkan masa ayah dan kakeknya, Kim Il-sung, menurut Jenderal Vincent Brooks, Komandan pasukan AS di Korea Selatan.

“Ini sangat jelas ke arah mana Kim Jong-un menuju dan itu adalah untuk memiliki persenjataan lengkap yang mampu menahan Amerika Serikat dengan tujuan pencegahan (deterrence), tetapi juga sebagai diplomasi yang koersif”, katanya pada hari Selasa, 7 Februari.

Sebagai tanggapan atas hal tersebut, Angkatan Bersenjata AS berencana untuk menggelar baterai Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) guna melindungi Korea Selatan. Pada bulan Juli 2016, AS telah menempatkan salah satu sistem pertahanan rudal tercanggih di Guam. Baterai THAAD dirancang untuk menembak jatuh rudal yang mendekat.

THAAD adalah sistem anti rudal balistik buatan Amerika yang dirancang untuk menghancurkan rudal balistik jarak pendek dan menengah yang berada dalam fase terminal menggunakan pendekatan hit-to-kill.

Rudal-rudal THAAD memiliki jangkauan 200 km, dan dapat mencapai ketinggian 150 km. Rudal THAAD diproduksi di fasilitas Lockheed Martin, Alabama.

JakartaGreater