Indonesia Tertarik dengan Pesawat Peringatan Dini DRDO-Embraer

DRDO AEW&C Embraer ERJ 145 (commons.wikimedia.org)

Indonesia bisa menjadi pelanggan pertama asing untuk pesawat peringatan dini DRDO-Embraer Airborne Early Warning and Control System (AEWACS) tahun depan, jika ketertarikan dari Jakarta dapat direalisasikan.

Indonesia merupakan negara pertama yang menyatakan minatnya terhadap sistem DRDO NETRA AEW&CS. Indonesia telah menunjukkan ketertarikannya dengan meminta melakukan demonstrasi sistem ini yang diharapkan dilakukan di Indonesia.

Proyek DRDO NETRA AEW&CS telah mendapat izin operasional awal, dimana pesawat pertama dari dua unit yang direncanakan akan diserahkan kepada Angkatan Udara India, di Aero India show.

Pada tahun 2015, di Aero India show, Livefist mendapat akses penuh untuk melihat secara langsung pesawat pertama DRDO-Embraer AEWACS.

DRDO AEW&C Embraer (Livefist.blogspot.com / Shiv Aroor / commons.wikimedia.org)

DRDO India telah menawarkan platform baru DRDO-Embraer AEW & CS secara agresif dan proaktif kepada pelanggan asing di Aero India 2017. Ada 52 negara yang hadir dalam acara itu. DRDO mengkonfirmasi telah menerima pernyataan ketertarikan dari Brazil dan pelanggan asing seperti Israel serta Afrika Selatan.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis 11/2/2017, Kementerian Pertahanan India mengatakan, “Airborne Surveillance System adalah game changer dalam peperangan udara. AEW & C adalah sistem yang terdiri dari Active Electronically Scanned Radar canggih, Secondary Surveillance Radar, Electronic and Communication Counter Measures, LOS (Line of Sight) dan beyond LOS data link, voice communication system and self protection suite, yang dibangun di atas platform pesawat Emb-145, dengan kemampuan pengisian bahan bakar di udara untuk meningkatkan waktu pengawasan.

Software taktis yang kompleks telah dikembangkan untuk menggabungkan informasi dari sensor, yang memberikan gambaran situasi udara dengan kecerdasan untuk identifikasi/ klasifikasi ancaman. Fungsi manajemen pertempuran yang dibangun di dalamnya bekerja sebagai network centric system dari Integrated Air Command & Control System (IACCS)”.

Livefistdefence.com