15 Produk Pengembangan Industri Pertahanan, Siap Diproduksi Massal

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menerima 15 Produk Pengembangan Industri Pertahanan (Kemhan.go.id)

Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) meluncurkan 15 peralatan militer baru yang diproduksi industri pertahanan dalam negeri. “Semua peralatan pertahanan dan keamanan ini dibuat di Indonesia. Teknisinya juga dari Indonesia,” ujar Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Kantor Kemenhan, Jakarta, 21/2/2017. Ryamizard Ryacudu berharap Ryamizard berharap nantinya Indonesia mampu membuat jet tempur dan kapal selam sendiri, tidak perlu beli dari asing.

Kementerian Pertahanan menerima 15 produk First Article (FA), Program dari Pengembangan Teknologi Industri Pertahanan dalam negeri Tahun 2016. 15 Prodok FA ini merupakan kelanjutan produk produk yang telah diteliti dan dikembangkan (Litbang) oleh : Litbang Angkatan, Litbang Kemhan dan juga lembaga lembaga penelitian terkait lainnya, sehingga produk ini sudah diuji dan disertifikasi. Oleh karena itu, produk ini sudah siap diproduksi secara massal.

Ke 15 Produk FA yang digelar terdiri dari lima produk Matra Darat, enam produk Matra Laut dan empat produk Matra Udara, meliputi;

1). Swamp Boat dari PT. Mega Perkasa Engineering,
2). Kapal Selam Tanpa Awak dari PT. Robo Marine Indonesia,
3). Target Drone dari PT. Indo Pacific Communication and Defence,
4). Posko Dahanud Mobile dari PT. Elektroteknika Utama ITB,
5). FA Bateray Pesawat C-130 dari PT. Garda Persada,

6). Baterai Tank BMP-3F dari PT. Garda Persada,
7). WCP/WPU Pesawat Hawk 209 dari PT. Info Global Teknologi.
8). Identification Frend or Foe dari PT. Len Industri,
9). Simulator Meriam 57 mm dari PT. Elektroteknika Utama ITB,
10). Mesin Hitung Mortir 81 mm dari PT. Kinarya Acitya,

11). Simulator Latihan Tim Pelaksana Tembakan dari PT. Enindo Mitratama,
12). Electronic Support Measure (ESM) dari PT. Infra RCS Indonesia,
13). Senjata Dooper & Amunisi dari PT. Pindad,
14). Ground to Air Radio dari PT. CMI Teknologi
15). Senjata Serbu Bawah Air 5,6 mm dari PT. Pindad.

Ke 15 Produk FA diserahkan secara simbolis kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Drs. Sutrimo, M.M., M.Si, berupa Miniatur FA Swamp Boat produk dari PT Mega Perkasa Engginering.

Selain penyerahan 15 Produk FA Program Bangtekindhan TA. 2016, juga dilaksanakan penandatanganan kontrak produksi Roket R-Han 122B untuk Tabel Tembak dan Sertifikasi Tahap I TA.2017 oleh Dirjen Pothan Kemhan dengan Direktur Utama PT. DI yang disaksikan oleh Menhan.

“Ini semua nantinya akan dikembangkan dan diproduksi secara massal. Terkait alat utama sistem persenjataan (alutsista), kita sudah harus mandiri, kalau bisa yang dipakai 100 persen buatan dalam negeri,” ujar Ryamizard.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu menerangkan pihaknya terus bertekad untuk mengurangi ketergantungan pembelian alutsista dari negara lain.

“Alat-alat ini akan memberikan efek tangkal yang tangguh dan menggetarkan pihak manapun. Kedepannya, kita berharap bisa membuat kapal selam dan jet tempur,” ujar Menteri Pertahanan.

Antara & Kemhan.go.id