Home » Militer Indonesia » Menteri Susi Raih Penghargaan Excellence in National Stewardship

Menteri Susi Raih Penghargaan Excellence in National Stewardship

Menteri Susi Pudjiastuti di dek kapal USS New Orleans (LPD 18 U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Brandon Cyr)

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meraih penghargaan tingkat internasional, yaitu “Excellence in National Stewardship” dari Peter Benchley Ocean Awards.

Rilis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, 14/2/2017, menyebutkan Menteri Susi diganjar penghargaan tersebut karena dinilai mampu mengurus kelautan Indonesia dengan baik.

Menteri Susi dinilai agresif dalam melindungi kepentingan ekonomi dan lingkungan kelautan bangsa Indonesia dengan memberantas operasi armada kapal asing yang melakukan pencurian besar-besaran di laut Indonesia.

Keberanian Menteri Susi meledakkan dan menenggelamkan lebih dari 200 kapal yang melakukan praktik “illegal fishing” juga telah berhasil mencegah upaya kejahatan internasional terorganisir yang telah beroperasi di lautan Indonesia bertahun-tahun lamanya.

Tak hanya itu, Menteri Susi juga dinilai berperan aktif dalam pembebasan awak kapal perikanan yang dijadikan budak di banyak kapal-kapal asing. Ia juga memimpin pembebasan hiu paus yang terjebak secara ilegal.

Berbagai terobosan Menteri Susi dinilai berperan penting dalam melindungi ekosistem laut Indonesia yang unik dan terkenal di dunia, serta memberi manfaat ekonomi dengan mempertahankan mata pencaharian puluhan ribu nelayan Indonesia.

Adapun upacara penganugerahan 2017 Peter Benchley Ocean Awards akan digelar di Smithsonian’s National Museum of Natural History, Washington DC pada 11 Mei 2017 mendatang. Acara ini bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-10 Peter Benchley Ocean Awards.

Dalam rangkaian acara akan digelar simposium kepemimpinan laut tingkat tinggi dengan tema “Taming the Outlaw Seas” yang terbuka untuk umum.

Simposium ini berfokus pada upaya global untuk mengakhiri Illegal, Unregulated, and Unreported Fishing (IUUF).

Pemberantasan IUUF penting untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia, mencegah kepunahan satwa laut dan habitatnya, serta memerangi kejahatan terorganisir seperti perdagangan dan perbudakan manusia, serta penyelundupan narkoba.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan, pemerintah Republik Indonesia sangat serius dalam menangani berbagai kejahatan yang terjadi di lautan, tidak hanya mengenai kasus pencurian ikan.

“Indonesia sangat serius dalam mengatasi dan memberantas semua kejahatan yang terjadi di lautan,” kata Menteri Susi dalam acara peluncuran Laporan Mengenai Perdagangan Orang, Pekerja Paksa dan Kejahatan Perikanan dalam Industri Perikanan Indonesia di Kantor KKP, Jakarta, Selasa (24/1).

Susi Pudjiastuti menegaskan, di Indonesia sendiri telah dilakukan penegakan hukum atas temuan dan investigasi terkait kejadian pelanggaran HAM di bisnis perikanan, seperti kasus di Benjina (Maluku) pada tahun 2015.

KKP, ujar dia, mempunyai misi mengamankan laut sebagai masa depan bangsa sehingga pihaknya juga mulai menginventarisir serta menganalisa dan mengevaluasi kapal-kapal eks-asing, yang menghasilkan kebijakan moratorium serta larangan transshipment (alih muatan di tengah laut).

Antara