China Segera Miliki S-400 Triumf

MOSKOW – Direktur Kerjasama Internasional Rostec, Victor Kladov mengatakan bahwa produksi sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf untuk China saat ini sudah berlangsung.

Dalam keterangan pers di pameran internasional Aero India 2017 di Bengaluru pada hari Selasa, Victor Kladov menegaskan bahwa sistem rudal S-400 pesanan China sedang dalam tahap produksi. “Sekarang, ada kontrak pengoperasian yang ditandatangani bersama China untuk penyediaan sistem S-400, dan saat ini berada dalam tahap produksi”, katanya.

Kladov menambahkan bahwa sejumlah negara telah menyatakan minatnya pada sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia tersebut, namun ia menekankan bahwa saat ini kapasitas produksinya masih terbatas.

Bulan Juni tahunlalu, Direktur Rostec Jenderal Sergei Shemezov mengatakan bahwa sistem rudal pertahanan udara S-400 yang dipesan China akan dikirmkan paling cepat tahun 2018. Ia juga menambahkan bahwa prioritas utama saat ini adalah untuk mempersenjatai militer Rusia dulu.

China secara resmi telah mengkonfirmasi pembelian minimal untuk tiga resimen (6 divisi) sistem S-400 untuk pasukan pertahanan udara PLA. Setiap divisi akan terdiri dari 8 peluncur dan 112 rudal, beserta kendaraan pendukung dan komando.

Pada tahun 2015, India mengumumkan bahwa mereka ingin membeli beberapa batalion sistem rudal permukaan-ke-udara mobile dan ribuan rudalnya. Moskow telah sepakat untuk memasok sistem tersebut ke India pada bulan Oktober 2016.

Pada bulan November 2016, Turki juga mengatakan telah bernegosiasi dengan Moskow untuk memasok sistem rudal S-400 Triumf. Sebelumnya pada bulan Juli 2016 yang lalu Vietnam juga menunjukkan minat untuk membeli sistem rudal S-400 dari Rusia.

Selama tahun 2016, Angkatan Bersenjata Rusia telah menerima sebanyak 39 divisi rudal S-400 Triumf (sekitar 312 peluncur) yang difokuskan disekitar Moskow dan tempat-tempat strategis lainnya.

Sputnik News