Jubah “Iron Man” Pasukan Khusus AS Akan Diuji Tahun 2018

Sebuah prototipe kelima dari Tactical Assault Light Operator Suit (TALOS) akan diuji oleh Komando Operasi Khusus AS (SOCOM) selama 18 bulan, kata James “Hondo” Geurts.

“Akankah kita dapatkan semua yang kita mau? Mungkin tidak”, kata Geurts, seorang eksekutif akuisisi senior, dalam simposium tahunan Asosiasi Industri Pertahanan Nasional.

“Militer telah memberikan tantangan bagi perusahaan swasta untuk berinovasi dengan sesuatu, seperti perlindungan balistik seluruh tubuh yang lebih efisien dan di luar kinerja optimal manusia”, menurut Geurts.

Pejabat Program itu mengakui bahwasanya untuk mendapatkan setiap keinginan yang ada dalam daftar mereka untuk TALOS adalah hal yang mustahil.

Di antara mereka yang telah menerima tantangan tersebut seperti Raytheon, Lockheed Martin dan secara mengejutkan SpaceX, PayPal dan Elon Musk (pendiri Tesa) juga turut ambil bagian.

Elom Musk, menanggapi pertanyaan yang berkaitan dengan kunjungannya ke Pentagon, memberikan cuitan melalui twitter bahwa tujuan kunjungannya tersebut berhubungan dengan seragam “logam terbang”.

Serka Matthew Oliver menggunakan seragam tempur TALOS.(US Army)

Iterasi sebelumnya dari seragam berlapis baja “Land Warrior” masih belum berhasil. Land Warrior, memulai debutnya pada tahun 1996, dana sebesar $ 500 juta telah habis sebelum kontraktor dapat memecahkan beberapa masalah pada sistem seragam tersebut satu dekade kemudian, menurut KitUp.

SOCOM mengatakan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran $ 80 juta pada konsep TALOS, dan Geurts masih belum menentukan berapa banyak cara yang telah digunakan.

“Proses deep-learning, kekuasaan seragam dan teori kontrol yang bisa diterapkan tetap menjadi hambatan terbesar pada TALOS”, kata Geurts yang menyebutnya sebagai hambatan yang luar biasa.

“Tidak seperti manusia, untuk mencapai harmoni neurologis pada seragam tempur mesin adalah berbeda. Misalnya saat berjalan, kita tidak bisa begitu saja menggerakkan tangan lalu kaki akan kebelakang untuk menyeimbangkannya”, Geurts menjelaskan.

Menurut kritikus, ada begitu banyak tantangan besar pada ambisi program tersebut. Untuk TALOS, “Jangan hanya memikirkan exoskeleton dan baja pelindung saja”, kata Geurts.

US Army
Sputnik News