Penyebab Jatuhnya F-16 Israel Akibat ‘Beban Sayap yang Tidak Seimbang’

Foto : Israelweapon.com

Hasil penyelidikan penyebab kecelakaan F-16 Angkatan Udara Israel yang menewaskan pilot Mayor. Ohad Cohen sudah terungkap. Penyebab jatuhnya F-16 Israel dikarenakan ‘Asymmetric Landing’ atau beban sayap pesawat yang tidak merata dan seimbang.

Menurut militer Israel, pilot Mayor Ohad Cohen November dan navigatornya sudah mengikuti prosedur yang tepat saat berusaha mendaratkan F-16 di Ramon Air Force Base di Israel selatan, namun semua itu terlepas dari ketidakmampuan untuk mengontrol pesawat yang tidak bisa diprediksi.

Pada tanggal 5 Oktober, pesawat tempur F-16I dengan pilot Cohen November mengalami kecelakaan saat kembali dari pemboman di Jalur Gaza menyusul serangan roket di kota Sderot sehari sebelumnya.

Pilot sudah melakukan beberapa kali upaya pendaratan, tetapi pada saat terakhir mereka menyadari tidak akan dapat dengan aman mendaratkan pesawat dan memutuskan untuk eject menyelamatkan diri.

Navigator berhasil keluar dengan hanya menderita luka ringan, namun pilot Cohen Nov yang juga berusaha untuk eject tidak bisa keluar tepat waktu dan meninggal. Perbedaan waktu antara ejeksi navigator dan pilot Cohen November hanya 0,4 detik, lapor situs berita Ynet.

Meskipun jarang terjadi, tetapi pendaratan dengan beban sayap tidak merata, atau masih ada amunisi pada satu sayap dikenal lebih sulit daripada melakukan pendaratan standar.

Dalam beberapa kasus, pilot akan menjatuhkan amunisi yang tidak terpakai ke laut untuk menghindari kesulitan dan resiko saat di pendaratan, meskipun itu bukan prosedur yang diperlukan.

Detil laporan penyebab kecelakaan juga mengungkapkan, Kepala Staff Angkatan Udara IAF Mayjen. Amir Eshel menyerukan peninjauan prosedur pendaratan asimetris, termasuk tes penerbangan dan pelatihan ulang para pilot dan navigator. Sampai peninjauan selesai, Angkatan Udara akan membatasi upaya pendaratan berisiko tersebut.

TimeofIsrael
Editor : Muhidin