Ketika Tejas Menyalip Rafale, Typhoon dan F-16 Viper - JakartaGreater

Ketika Tejas Menyalip Rafale, Typhoon dan F-16 Viper

Pesawat tempur Tejas India (Venkat Mangudi)

Hasil sementara Polling yang dilakukan JakartaGreater tentang pesawat pengganti F-5 Tiger TNI AU, cukup mengagetkan. Tanpa diduga jet tempur Tejas menyalip Dassault Rafale Prancis, Eurofighter Typhoon dan F-16 Viper.  Padahal tiga pesawat ini telah memiliki pamor di dunia internasional. Lebih mencengangkan lagi, posisi F-16 Viper, menjadi pilihan terakhir. Pesawat F-16 Viper paling tidak diminati. Hal ini mungkin pengaruh seringnya kita dengar pesawat F-16 mengalami kecelakaan atau terjatuh, di berbagai negara.

Posisi Gripen NG yang menempati posisi dua juga mencengangkan, karena berhasil menyalip popularitas pesawat Eurofighter Typhoon yang merupakan andalan Eropa, Rafale andalan Prancis dan F-16 Viper yang sedang digadang-gadang oleh Amerika Serikat.

SAAB beberapa kali datang ke Indonesia dan siap melakukan transfer teknologi, jika Indonesia memilih pesawat ini. Pendekatan SAAB tersebut tampaknya mendapat simpati dari pemilih yang ikut voting.

Yang mengejutkan adalah posisi Tejas yang mendapatkan 75 suara dan bertengger di nomer ketiga.  Tejas sebenarnya sempat disebut pesawat bermasalah. Nama Tejas muncul, setelah media India baru baru ini mengabarkan Indonesia melalui jalur resmi meminta kepada pemerintah India tentang rincian jet tempur buatan dalam negeri India.

Pesawat Tejas India mulai dibangun pada tahun 1985 dan direncanakan bergabung dengan Angkatan Udara pada tahun 1994.  Namun proyek itu kemudian tertunda akibat berbagai hal dan baru terbang perdana tahun 2001. Meski telah terbang, Angkatan Udara India tidak mau menggunakannya karena dianggap tidak memenuhi kualifikasi dasar yang dipatok India, alias masih lemah dan didera berbagai masalah.

India akhirnya mendapatkan pertolongan dari Israel untuk urusan radar multi mode Elta 2032, penargetan sasaran yang advanced, pod laser dan rudal udara ke udara Derby. Namun kesadaran itu mereka dapatkan setelah 25 tahun bergelut mengutak atik pesawat tempur HAL Tejas.

Setelah 30 tahun berlalu, India memutuskan 18 pesawat tempur Tejas akan bergabung dengan IAF pada tahun 2018, walau sejauh ini baru dua pesawat yang diserahkan. Pada tahun 2022 ditargetkan menggantikan armada pesawat MiG India. Kini India terus membenahi pesawat Tejas, agar dapat diekspor ke negara lain, terutama ke negara dengan anggaran militer pas-pasan.

Setelah membenahi Tejas, India mengklaim pesawat tempur buatan dalam negerinya itu sebanding dengan Dassault Rafale buatan Perancis.

“Tejas kami memiliki kualitas yang sama dengan Rafale. Meskipun Tejas termasuk dalam kategori (pesawat) ringan, jangkauannya juga setengah dibandingkan dengan Rafale, namun dalam hal avionik, elektronik dan persenjataan tidak kalah dari Rafale, “ungkap Menteri Pertahanan India Manohar Parrikar.

Jet Tempur Tejas India (photo : Venkat Mangudi)

Posisi pertama ditempati Sukhoi Su-35 tidak mengejutkan dan sudah diduga. Pesawat ini mampu mengangkut persenjataan dalam jumlah banyak. Sukhoi Su-35 memiliki manuver luar biasa, dapat mencapai kecepatan maksimum Mach 2,25 (sama dengan F-22 dan lebih cepat daripada F-35 atau F-16) dan memiliki akselerasi yang sangat baik. Jet tempur Su-35 juga didukung oleh sejumlah perangkat elektronik canggih seperti sistem perangkat peperangan elektronik L175M Khibiny. Dan pesawat ini memiliki teknologi yang sangat dekat dengan pesawat generasi kelima.

Namun Rusia jangan senang dulu. Jet tempur Gripen NG atau Tejas, siap menyalip ditikungan, jika memiliki kesempatan.

Hingga saat artikel ini dibuat, jumlah peserta polling sebanyak 2.932 suara.

Tinggalkan komentar