Ngeri……Su-35 China Dilengkapi Rudal Siluman Kh-59MK2

ilustrasi

Beberapa waktu lalu beredar berita penjualan rudal anti kapal Rusia kepada China. Padahal pada akhir tahun 2015 dari catatan SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute`s) China sudah menerima 200 rudal anti kapal Kh-59MK (AS-13 Kingbolt) dari Rusia, selain itu China juga sudah berhasil memproduksi rudal anti kapal supersonic CM-302 dengan kemampuan mirip dengan rudal supersonic Yakhont.

Meskipun Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shogu tidak mengungkapkan secara spesifik rudal anti kapal yang dijual kepada China, tetapi media China menulis kemungkinan penjualan rudal anti kapal Rusia kepada Cina untuk melengkapi pesawat tempur terbaru Su-35.

Rudal anti kapal terbaru yang akan dibeli China adalah rudal Kh-59MK2 atau varian teranyar dari rudal Kh-59MK. Rudal dengan profil stealth tersebut dirancang untuk melengkapi pesawat tempur generasi kelima T-50 PAKFA karena berbentuk ramping dan bisa dimasukkan ke internal weapon bay T-50, Kh-59MK2 juga bisa digotong oleh pesawat tempur Su-35.

Pembelian rudal dan persenjataan Rusia oleh China dilakukan untuk melengkapi pesawat tempur buatan Rusia, seperti Kh-59Mk yang sudah melengkapi pesawat tempur Su-30 dan Kh-59MK2 untuk melengkapi pesawat tempur Su-35.

Pada pameran Moscow Airshow 2015, Rusia telah memperkenalkan rudal prototipe Kh-59MK2 yang menggunakan desain dan teknologi siluman. desain Kh-59MK2 memiliki banyak kemiripan dengan rudal AGM-158C LRASM (Long Range Anti Ship Missile) AS.

Dikembangkan oleh Raduga Design Bureau, bagian dari Tactical Missiles Corporation (KTRV) rusia, rudal Kh-59MK2 memiliki desain dengan penampang radar cross section (RCS) yang minim.

Memiliki panjang 4.2 m, lebar sayap 2.5 m, dan cross section 0.4 x 0.4 m dengan sayap dan sirip lipat. Meskipun saat ini masih menggunakan nama dari Kh-59 family namun dimasa depan akan menggunakan nama sama sekali baru.

Kh-59MK2 dirancang untuk menyerang berbagai target permukaan termasuk target kapal perang stealth yang memiliki jejak radar rendah, jejak inframerah (IR) minim dan jejak visual rendah.

Didukung oleh mesin turbojet Saturnus 37-04 (atau turbojet 50MT untuk varian ekspor), Kh-59MK2 memiliki jangkauan 290 km. Menggabungkan sistem bimbingan INS (Inertial Navigation System) dan satelit (GPS dan GLONASS) untuk penerbangannya dan beralih menggunakan sistem bimbingan elektro-optik (EO) saat mendekati targetnya dengan tingkat kesalahan akurasi 3-5 meter dari targetnya. Rudal bisa terbang serendah 50 m di atas permukaan pada kecepatan Mach 0.9 – Mach 1, dengan hulu ledak penetrator seberat 310 kg atau hulu ledak curah (pellet) 285 kg.
Writer : Muhidin