Vietnam Lirik Pesawat Serang Yak-130 Rusia

Sebagai upaya untuk meningkatkan pertahanan udaranya, Vietnam akan memilih antara pesawat generasi baru Yak-130 Rusia dan L-39 Republik Ceko sebagai pusat pelatihan pilot pesawat tempur supersonik masa depan.

Dalam sebuah komentar untuk Sputnik, pakar penerbangan Makar Aksyonenko mengatakan bahwa L-39 telah digunakan oleh beberapa generasi pilot Angkatan Udara Rusia dan negara asing untuk mengasah ketrampilan mereka, mereka telah memiliki masanya saat ini.

“L-39 adalah pesawat bermesin tunggal dan memiliki avionik yang tidak lagi cocok dengan pesawat tempur modern seperti Su-30, Su-35 dan MiG-35. Ini berarti bahwa tidak bisa lagi digunakan sebagai trainer untuk pilot pesawat tempur modern”, kata Aksyonenko.

Dia menambahkan bahwa tidak seperti pesawat latih Ceko, pesawat latih Yak-130 Rusia dirancang untuk memastikan kemampuan beradaptasi secara maksimum bagi para pilot untuk menerbangkan pesawat tempur modern.

“Dengan Yak-130, anda bisa meniru menerbangkan pesawat serang darat ataupun pesawat pejuang. Selain itu, Yak-130 dapat membawa persenjataan udara modern, yang berarti bahwa calon pilot tidak hanya mampu belajar bagaimana untuk terbang tetapi juga bagaimana untuk melawan. Dengan semua pertimbangan ini, Yak-130 bisa menjadi pilihan yang sempurna untuk Vietnam”, kata Makar Aksyonenko.

Komando Pertahanan Udara Vietnam juga sedang mempertimbangkan pembelian versi pelatih dari jet tempur Sukhoi modern untuk pusat pelatihan baru yang memastikan bahwa para pilot bisa sepenuhnya siap untuk aktif dalam layanan.

“Vietnam membutuhkan pesawat latih dengan karakteristik yang sedekat mungkin dengan pesawat tempur supersonik yang akan diterbangkan oleh pilot muda mereka. Namun, pesawat subsonik Yak-130 sudah dilengkapi kemampuan untuk meniru perilaku pesawat dalam kondisi penerbangan supersonik dan merupakan rezim yang jarang digunakan bahkan oleh jet tempur modern saat ini”, kata Aksyonenko.

“Dan lagi, faktor ekonomi serta minimalisasi biaya juga merupakan pertimbangan di sini”, tambahnya.

Sputnik News