Pengedit Foto Presiden Ditangkap Polisi

Mabes Polri (Nur Cholis / commons.wikimedia.org)

Jakarta Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang tersangka yang diduga membuat meme dengan mengedit wajah Presiden Joko Widodo lalu diunggah di akun jejaring sosial milik pelaku.

“Pelaku atas nama RY telah ditangkap pada Senin, 27 Februari 2017,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto, di Mabes Polri, Jakarta, 3/3/2017.

Menurut dia, tersangka RY (36 tahun) ditangkap polisi di Jalan Raya Padang Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

RY ditangkap karena telah sengaja melakukan perbuatan melawan hukum dengan mengunggah tulisan atau gambar yang memuat penghinaan terhadap penguasa di jejaring sosial Facebook dengan maksud supaya isi penghinaan diketahui oleh umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45A Ayat 2 Jo Pasal 28 Ayat 2 dan atau Pasal 45 Ayat 3 Jo Pasal 27 Ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan atau Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b (1) UU Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 207 KUHP dan atau Pasal 208 KUHP dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.

Tidak hanya wajah Presiden Jokowi, beberapa wajah tokoh dan pejabat Indonesia juga diedit dan diberi tulisan dengan nada kurang sopan, diantaranya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama.

Sejumlah meme editan tersebut diunggah RY ke dua akun FB atas nama YR dan AH.

“Ada empat postingan yang diunggah tersangka namun telah dihapus. Postingan tersebut diduga disengaja untuk menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau penghinaan dengan menggunakan wajah penguasa negara,” katanya.

Dalam penangkapan tersangka, turut disita beberapa barang bukti diantaranya sebuah KTP Provinsi Sumbar, Kabupaten Agam, atas nama RY, dua ponsel, satu buah CPU dan satu bundel cetakan hasil tangkapan layar dari akun Facebook atas nama AH. Selain itu satu akun Facebook atas nama YR, satu akun FB atas nama AH dan satu akun Gmail milik R telah diblokir aksesnya.

Bila terbukti bersalah atas perbuatannya, RY terancam dengan hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Antara