Untuk Amankan Perbatasan Butuh Kapal Besar

Bakamla tangkap dua kapal ikan asing asal Vietnam di Perairan Natuna. (Dok. Humas Bakamla RI)

Batam- Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian mengatakan untuk memastikan keamanan perairan yang berbatasan dengan sejumlah negara pihaknya membutuhkan kapal patroli berukuran besar.

“Pengamanan wilayah perairan memang menjadi tanggung jawab kami bersama TNI dan unsur terkat lain. Kami membutuhkan kapal berukuran besar agar bisa melakukan pengamanan seluruh wilayah,” kata dia di Batam, 4/3/2017.

Saat ini Polda Kepri hanya memiliki kapal patroli tipe C yang tidak bisa untuk berpatroli hingga perairan Natuna dan Anambas yang sering menjadi sasaran pencurian ikan oleh nelayan asing.

“Selama ini yang bisa patroli di perairan Natuna hanya kapal yang di BKO-kan Mabes Polri. Kalau Polda Kepri belum punya kapal besar,” ujarnya.

Penambahan kapal berukuran besar, menjadi salah satu prioritas utama Polda Kepri untuk mengamankan seluruh wilayah perairan mengingat saat ini Polda Kepri sudah naik menjadi tipe A.

“Pengamanan wilayah menjadi tanggung jawab kami bersama TNI dan pihak terkait lain. Jadi untuk memastikan keamanan kami membutuhkan kapal besar,” kata Sam.

Wilayah hukum Polda Kepri terdiri dari 96 persen perairan dan sekitar empat persen daratan sehingga banyak membutuhkan kapal-kapal berbagai ukuran termasuk yang besar.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar saat berada di Batam beberapa waktu lalu mengatakan pengalokasian kapal ukuran besar bagi Polda Kepri akan dilakukan jika ada pengajuan dari Polda.

“Mabes Polri akan mengalokasikan sesuai pengajuan dari Polda Kepri. Dasarnya adalah pengajuan berdasarkan kebutuhan polda,” kata dia.

Selama ini untuk patroli hingga wilayah perbatasan di Kepulauan Natuna, kata dia, Polda Kepri masih dibantu kapal Mabes Baharkam Polri.

“Sejauh ini Mabes Polri masih bantu pengamanan wilayah perbatasan. Nanti Mabes akan mengalokasikan kapal-kapal yang lebih besar sebagai prioritas pengamanan laut dibatas negara. Namun itu dasarnya pengajuan dari Polda sendri,” kata Irjen Pol Boy Rafli Amar.

Antara