Pesawat Sukhoi 27/30 TNI Angkatan Udara Gelar Latihan di Kalimantan

Dok. Su-30 MK2 TNI AU. (Notosaputro2998)
TNI Angkatan Udara mengirim tiga pesawat tempur Sukhoi 27/30 untuk melaksanakan latihan Hanudnas Kilat Bravo 17 dan Latihan Cakra, yang dipusatkan di Lapangan Udara (Lanud) Tarakan, Kalimantan Utara. Latihan tersebut guna menguji dan melatih kerja sama antara penerbang dan Ground Control Intercepter (GCI).

Komandan Lanud Tarakan Kolonel (Pnb) Umar Fathurrohman, saat ditemui Radar Tarakan kemarin (6/3), mengatakan bahwa latihan Kilat B-17 hari ini melibatkan Alutsista yang ada, serta disiagakan pula satu helikopter Super Puma yang dapat digunakan sewaktu-waktu.

“Dalam tahap pertama, CGI mengendalikan pesawat dalam kesiapannya menghadapi 1 musuh. Pada siang harinya, kegiatan CGI mengendalikan pesawat 1 lawan 2,” ujar Kolonel (Pnb) Umar.

Apabila pesawat telah melihat sasaran, GCI tidak perlu meng-guide lagi. Kecepatan seorang CGI mengatasi pesawat sampai ke sasaran yang menjadi point utamanya.

“Kami fokus melaksanakan latihan hari ini, namun juga dalam posisi siap untuk operasi. Dalam arti, apabila pada saat latihan, mungkin negara musuh mau menyerang, maka akan ada red plan. Maksudnya, latihan akan langsung berubah jadi operasi, jadi langsung kami rubah ke perang. Skenario latihan dan skenario perang sudah ada,” jelas Danlanud Tarakan.

Pengamanan Perbatasan

Sebelumnya pada awal Maret lalu, tiga pesawat tempur Sukhoi TNI Angkatan Udara menggelar operasi pengamanan wilayah perbatasan di perairan Nusa Tenggara Timur.

Komandan Lanud El Tari Kupang, Kolonel Pnb Jorry S. Koloay, mengatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari pengamanan wilayah perbatasan dengan Australia, dan merupakan operasi yang digelar oleh Komando Operasi Angkatan Udara II Makassar.

Kolonel Pnb Jorry S. Koloay menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan, di antaranya dalam rangka penghadiran kekuatan pasukan TNI Angkatan Udara di wilayah timur, khususnya wilayah udara yang berbatasan dengan dua negara, yakni Timor Leste dan Australia.

Wilayah patroli atau latihan bersama ini, dilakukan hingga perbatasan laut Australia, kemudian ke wilayah Alor yang berbatasan dengan Timor Leste.

Sumber: Pro Kaltara dan Antara