Rusia Bantah Klaim NATO Tentang Penumpukan Kekuatan Militer Yang Tak Proporsional

MOSKOW – Menteri Luar Negeri Jerman, Sigmar Gabriel sebelumnya menyebut  bahwa Berlin prihatin atas potensi militer Rusia yang besar di kawasan Baltik, serta makin meningkatnya anggaran pertahanan AS.

Rudal balistik taktis jarak pendek Tochka di zona tes Wilayah Kaliningrad

“Adanya pernyataan bahwa kami meningkatkan militer secara tidak proporsional di wilayah barat Rusia, Anda tahu kami memiliki angka yang berbeda”, kata Lavrov dalam konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Jerman.

Diplomat Rusia malah mengusulkan untuk mengamayi situasi keamanan Euro – Atlantik pada Dewan NATO-Rusia dan “menginventarisasi apa saja yang telah digunakan dan oleh siapa serta di mana”

Pada tanggal 27 Februari, Kantor Manajemen dan Anggaran AS mengumumkan bahwa usulan anggaran Donald Trump akan meningkatkan pengeluaran militer dan keamanan sebesar US $ 54 milyar.

Moskow tidak akan masuk ke dalam sebuah perlombaan senjata namun akan mengambil langkah-langkah yang cukup untuk memperkuat keamanan nasional, menurut pembicara dari Dewan Federasi, majelis tinggi parlemen Rusia, dalam responnya.

NATO telah secara signifikan meningkatkan kehadirannya di Eropa Timur setelah mencuatnya krisis Ukraina pada tahun 2014 menggunakan dugaan gangguan oleh Rusia dalam urusan internal Ukraina sebagai dalih, sebuah klaim yang telah berulang kali dibantah oleh Rusia.

Moskow telah berulang kali menyuarakan protes terhadap penumpukan militer NATO dan mengatakan bahwa hal itu akan dapat merusak stabilitas regional dan mengakibatkan perlombaan senjata baru.

Pada bulan Oktober 2016, media melaporkan bahwa Rusia telah mengerahkan sistem rudal Iskander-M mobile di sebelah barat dari Kaliningrad yang berbatasan dengan negara anggota NATO yaitu Polandia dan Lithuania.

Juru bicara Dephan Rusia, Igor Konashenkov mengkonfirmasi laporan tersebut, ia mengatakan bahwa Moskow tidak merahasiakan telah mengirimkan sistem rudal tersebut dan pengiriman senjata diwilayah dalam negeri adalah praktek tentara standar.

Lavrov mengatakan kepada penyiar CNN di bulan Oktober 2016 bahwa dengan menempatkan senjata di Kaliningrad, Rusia bertindak didalam wilayahnya, sementara Amerika Serikat menempatkan persenjataan di Eropa Timur, yang tentu saja bukanlah wilayah AS.

Sputnik News