Pesawat N219 Terbang Perdana Bulan Depan

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (RISTEK DIKTI), M. Nasir meninjau perkembangan sertifikasi yang salah satunya adalah pengujian struktur sayap atau wing static test pesawat turboprop N219 di PT. Dirgantara Indonesia (DI).

Pesawat Turboprop N219. (PT Dirgantara Indonesia)

“Kami ingin tahu perkembangan pesawat N219. Apresiasi harus diberikan kepada PT DI, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Kementerian Perhubungan, bahkan sertifikasinya juga dilakukan oleh anak bangsa”, kata M. Nasir di PT DI, Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Ia berharap prototipe pertama pesawat turboprop N219 tersebut benar-benar dapat melakukan terbang perdana pada akhir April 2017.

Pengembangan pesawat secara mandiri, kata Nasir, akan terus didorong untuk menghubungkan pulau-pulau yang ada di Indonesia. “Perlu juga dipikirkan soal pricing (harga), proses produksi harus diperhitungkan dengan baik”, tambahnya.

Menurut Direktur Utama PT DI, Budi Santoso, mengatakan bahwa pesawat yang dikembangkan bersama LAPAN itu segera memasuki tahap tes prototipe pertama.

Saat ini pesawat sedang menjalani proses wing static test dengan beban limit mencapai 100% bahkan ultimate untuk melihat kekuatan maksimum sayap pesawat. “Banyak kendala teknis yang dihadapi, tettapi hal ini wajar untuk pengembangan pesawat baru”, katanya.

Sejumlah pengujian harus dilakukan sehingga PT DI, menurut Budi, membangun beberapa laboratorium (lab). Di antaranya lab avionic, lab electrical power system, lab hidrolik dan simulator pesawat N219.

“Kita harap proses sertifikasi berjalan dengan lancar dan N219 menjadi langkah awal masuk ke komersial sehingga bisa masuk pasar tahun 2018”, katanya.

Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin mengatakan bahwa pengembangan N219 sudah memasuki tahap akhir dan diharapkan bisa terbang perdana pertengahan 2017. “Ini langkah penting bagi industri penerbangan Indonesia. Bagi LAPAN ini sudah sesuai dengan semangat pertama lembaga yang kami didirikan, yakni bisa membangun pesawat untuk Indonesia”, tambah Thomas.

Thomas berharap setelah N219, selanjutnya N245 dan N270. Pesawat N219 merupakan pesawat penumpang berkapasitas 19 orang dengan 2 (dua) mesin turboprop.

Media Indonesia, LAPAN