Empat Kapal Ilegal Berbendera Vietnam Ditangkap di Perairan Natuna

Seorang anggota TNI AL melemparkan kantong bensin pada kegiatan pemusnahan kapal nelayan ilegal di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Selasa (6/9/2016). Sebanyak lima kapal nelayan asing dengan ukuran 15-30 GT yang merupakan barang bukti pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia, dimusnahkan dengan cara dibakar. (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)
Kapal Pengawas Perikanan Hiu Macan Tutul 02 menangkap empat kapal perikanan asing ilegal berbendera Vietnam di sekitar perairan Natuna, Kepulauan Riau, pada Selasa (7/3).

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Eko Djalmo Asmadi, dalam siaran pers di Jakarta, mengatakan bahwa empat kapal yang ditangkap terdiri atas KH 91009 TS, KH 96056 TS, KH 97722 TS, dan KH95581 TS, dengan jumlah Anak Buah Kapal (ABK) sebanyak 45 orang berkewarganegaraan Vietnam.

Keempat kapal dan seluruh ABK dikawal ke Pangkalan PSDKP Batam untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Kapal-kapal itu diduga melakukan pelanggaran dengan sangkaan tindak pidana perikanan sebagaimana diatur dalam UU No 31/2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU No 45/2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Penangkapan tersebut menambah jumlah kapal perikanan ilegal yang berhasil ditangkap oleh armada Kapal Pengawas Perikanan KKP selama tahun 2017.

Sejak Januari sampai dengan awal Maret 2017, telah ditangkap sebanyak 10 kapal perikanan ilegal yang terdiri atas empat kapal berbendera Vietnam, dua kapal berbendera Malaysia, dan empat kapal perikanan berbendera Indonesia.

Sumber: Antara