Produksi Semakin Padat, Su-35 Indonesia Bisa Molor Sampai 2021

Sebagaimana pernah dinyatakan sumber dari Kementerian Pertahanan Rusia, jika Indonesia menandatangani kontrak pembelian Su-35 pada tahun 2016, maka Indonesia baru bisa menerima pengiriman Su-35 pada tahun 2018.

Kini dengan belum ditandatanganinya kontrak hingga tahun 2017, maka jadwal pengiriman Su-35 ke Indonesia akan semakin lama. Setidaknya dalam waktu lima tahun ke depan proses produksi pesawat tempur Su-35 akan semakin padat.

Harus memenuhi pesanan 48 unit dari Angkatan Udara Rusia dan 24 unit dari Angkatan Udara China, pihak produsen juga harus menyelesaikan pesanan dari Uni Emirate Arab sehingga perkirakan apabila Indonesia menandatangani kontrak pada akhir tahun 2017, Indonesia baru bisa mendapatkan Su-35 pada tahun 2020 – 2021.

Apalagi konon Indonesia menginginkan Su-35 dengan spesifikasi teknis tersendiri yang kemungkinan berbeda dari Su-35 pesanan Rusia dan China. Sebagaimana pernah dinyatakan oleh sumber dari Kementerian Pertahanan Rusia yang dikutip oleh media Rusia Izvestia.

“ Sepertinya, nantinya Indonesia ingin memasang sistem buatan non-Rusia pada pesawatnya. Karena itu, perlu lebih banyak waktu untuk mensurvei dan menguji coba apakah sistem tersebut bisa bekerja dengan optimal,” ungkap sumber di Kemenhan Rusia kepada Izvestia pada tahun 2016 lalu.

Su-35 adalah pesawat tempur dari generasi 4++ dengan menggunakan sebagian teknologi dari pesawat tempur generasi 5, dan sebenarnya sudah memenuhi spesifikasi teknis seperti yang diinginkan oleh Angkatan Udara Indonesia.

Seperti pernah dinyatakan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahyanto dan dikutip oleh TEMPO, TNI AU sudah mengajukan kepada Kementerian Pertahanan untuk membeli pesawat tempur dari generasi 4.5 untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger II yang sudah satu tahun ini tidak pernah terbang.

Menurut KSAU, pesawat tempur generasi 4.5 memiliki kelebihan pada mesin yang tidak perlu diganti dalam jangka panjang, selain itu mampu menggotong beban senjata yang besar dan jangkauan terbang yang jauh sehingga cocok dengan kontur wilayah Indonesia yang luas.

Author : Muhidin