Turki Berharap Pinjaman dari Moskow untuk Membeli Sistem S-400 Rusia

Sistem rudal pertahanan udara SAM (permukaan-ke-udara) S-400 Triumf Rusia. (© TASS)

MOSKOW – Turki telah mengumumkan keinginannya untuk mendapatkan pinjaman dari Rusia untuk membeli persenjataan, termasuk sistem rudal pertahanan udara (SAM) S-400 (NATO: SA-21 Growler), menurut CEO Rostec (BUMN Rusia) Sergey Chemezov kepada saluran TV Rossiya-24 pada Selasa, sebagaimana dilansir oleh TASS Defense.

“Mereka telah menyuarakan keinginannya untuk mendapatkan pinjaman, tetapi sekarang masalah tersebut masih belum terpecahkan. Menteri keuangan kedua negara saat ini sedang mengadakan pembicaraan, segera setelah mereka menandatangani kesepakan ini dan mengambil keputusan tentang pengalokasian dana pinjaman, kita akan segera menandatangani kontrak pasokan persenjataan, termasuk diantaranya sistem S-400”, kata Sergey Chemezov.

Dilansir dari Defense World, bahwa CEO Rostec hingga saat ini tidak memberikan rincian tentang kapan keputusan ini akan diambil. Namun pada bulan Februari 2017, Chemezov mengatakan bahwa Turki telah menunjukkan minat pada sistem S-400 buatan Rusia dan sedang dalam pembicaraan dengan Moskow pada kemungkinan pasokan ke Turki.

Pada bulan November 2016 yang lalu, Menteri Pertahanan Turki Fikri Isik juga telah melaporkan tentang adanya pembicaraan mengenai rencana akuisisi sister pertahanan rudal S-400 ini.

China adalah negara pertama yang membeli sistem rudal SAM (permukaan-ke-udara) S-400 buatan Rusia. Ini diumumkan pada musim semi 2015 bahwa kontrak yang relevan telah ditandatangani.

Menurut media, kesepakatan pada saat itu bernilai lebih-kurang US $ 3 miliar. Pada bulan Oktober 2016 yang lalu, Rusia dan India juga telah menandatangani perjanjian antar pemerintah pada rencana pengiriman sistem pertahanan rudal S-400, sebagaimana dilansir dari Defense World.