Drone Heron 1 Angkatan Udara Singapura Siap Tempur

Drone Heron 1 Angkatan Udara Singapura (RSAF)

Status Kemampuan Opersional Penuh (FOC – Full Operational Capability) dari Heron 1 membawa kemampuan udara nirawak RSAF pada tingkat kecanggihan militer secara global. Heron 1 adalah di antara sistem UAV yang paling canggih di kelasnya, mampu melakukan beberapa misi secara bersamaan dilengkapi dengan sensor tercanggih dan berbagai peningkatan, kata Menteri Pertahanan Singapura.

Dilansir dari Defense World, Menteri Pertahanan Singapura, Dr. Ng Eng Hen memberikan ucapan selamat Kepala Angkatan Udara Mayor Jenderal Mervyn Tan setelah meluncurkan sebuah plakat untuk memperingati pencapaian status Kemampuan Operasi Penuh (FOC) dari kendaraan udara nirawak (UAV) Heron 1.

Dengan demikian Heron 1 akan segera menggantikan pesawat udara nirawak (UAV) kelas Searcher.

Peluncuran sebuah plakat untuk memperingati pencapaian status Kemampuan Operasi Penuh (FOC) Heron 1

“Terlepas dari bebagai operasi konvensional, Drone ini juga dapat digunakan terhadap ancaman teroris, karena ketekunan yang memungkinkan untuk menutupi area yang luas dari pengawasan”, tambah Menteri Pertahanan Dr Ng Eng Hen, pada hari Rabu, 15 Maret 2017.

Menampilkan avionik tercanggih, kemampuan deteksi dan sistem komunikasi, serta kemampuan take-off dan landing yang sepenuhnya otomatis dan daya tahan yang lebih lama dalam penerbangan, drone Heron 1 menyediakan dengan baik medan kesadaran situasional dan efektivitas misi ditingkatkan bagi Angkatan Udara Singapura.

Dilengkapi dengan sensor multi-misi, ia mampu melakukan berbagai misi, termasuk ancaman non konvensional. Drone ini akan menggantikan drone kelas Searcher yang telah dalam pelayanan Angkatan Udara Singapura sejak tahun 1994.

Drone ini dioperasikan oleh tim Pilot UAV, Insinyur Angkaran Udara dan para ahli dari Citra Intelijen Udara, yang telah menjalani pelatihan intensif untuk mengoperasikan dan memelihara serta mengintegrasikan drone untuk mampu mendukung setiap operasi Angkatan Udara Singapura.