Angkatan Udara Rusia berlatih mendeteksi Rudal Balistik dengan meluncurkan ICBM

MOSKOW – Pasukan Ruang Angkasa Rusia turut ambil bagian dengan Angkatan Udara dan akan berlatih untuk mendeteksi rudal balistik dalam peluncuran yang dilaksanakan oleh Pasukan Rudal Strategis, menurut Komandan Angkatan Udara Rusia, Brigjend Viktor Bondarev, seperti dilansir oleh TASS Defense pada hari Rabu.

“Pasukan Ruang Angkasa akan bekerjasama dengan cabang dan layanan lain dari Angkatan Bersenjata Rusia untuk berlatih mendeteksi rudal balistik, menggunakan kekuatan dan sumber daya dari Angkatan Udara dalam peluncuran demonstratif rudal balistik antar benua (ICBM) bersama Pasukan Rudal Strategis”, kata Brigjend Viktor Bondarev.

Lebih dari 100 staf pelatih telah merencanakan untuk melatih Pasukan Ruang Angkasa di tubuh pemerintahan yang terdiri dari berbagai tingkatan. Sebanyak 40 jenis latihan taktis bersama unit militer akan diselenggarakan di bawah arahan dari komandan formasi Pasukan Ruang Angkasa”, tambah Brigjend Viktor Bondarev.

Angkatan Udara Rusia juga berencana untuk melaksanakan peluncuran 15 unit roket pembawa satelit pada tahun 2017, kata jenderal itu.

“Demi tujuan membangun kelompok orbital satelit, akan diluncurkan 15 roket pembawa satelit ke ruang angkasa telah direncanakan untuk memberikan lebih dari 20 satelit kedalam orbit”, kata Bondarev.

Juga, stasiun radar peringatan dini terhadap yang sangat kompatibel terhadap rudal akan ditambahkan kedalam tugas tempur, kata jenderal itu. Angkatan Udara Rusia juga akan mengadakan uji coba dengan meluncurkan sebuah anti rudal secara langsung, menurut Bondarev.

“Uji coba secara langsung telah dijadwalkan pada unit pertahanan anti rudal balistik dengan peluncuran sebuah anti rudal, serta lebih dari sepuluh latihan bersama bagi awak sistem anti rudal balistik (ABM) untuk dipersiapkan menangkal ICBM, serta langkah-langkah untuk mendeteksi dan melacak peluncuran roket pembawa satelit domestik dan untuk memantau kendaraan ruang angkasa”, kata komandan Angkatan Udara Rusia, tanpa menyebutkan secara spesifik anti rudal yang akan digunakan.