Indonesia Berusaha Wujudkan Kemandirian Tank, Kapal Selam, dan Roket

Peresmian kapal selam kedua DSME-209 di Korea Selatan (kemhan.go.id)

Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan mempercepat penguasaan teknologi industri pertahanan serta meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) guna mengembangkan dan meningkatkan industri pertahanan.

Guna mewujudkan kemandirian dan daya saing serta mengurangi ketergantungan dari luar negeri, Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kementerian Pertahanan menyelenggarakan Rakor Penentu Kebijakan, Pengguna dan Produsen Alpalhankam. Rakor dengan tema Optimalisasi Bangtekindhan sebagai Terobosan Penguasaan Teknologi Pertahanan ini dibuka oleh Sekjen Kementerian Pertahanan Laksdya TNI Widodo, di kantor Ditjen Pothan Kemhan, Rabu (15/3).

Sekjen Kementerian Pertahanan mengungkapkan bahwa rakor ini diselenggarakan untuk merefleksikan dan merespon komitmen Presiden RI Joko Widodo yaitu mewujudkan kemandirian industri pertahanan. Dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan, Presiden Joko Widodo seperti diungkapkan Sekjen Kemhan telah mencanangkan tujuh program nasional kemandirian Alutsista seperti produksi propelan (bahan baku roket), tank (medium), kapal selam, dan roket.

Laksdya TNI Widodo mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan beserta industri pertahanan harus menangkap komitmen Presiden dengan serius sehingga dapat mengambil alih peran penyedia-penyedia asing dan mengambil alih penyedia-penyedia dalam negeri baik BUMN maupun BUMN-S. Untuk itu, Kementerian Pertahanan beserta K/L terkait berupaya mendorong langkah tersebut karena dalam membangun industri pertahanan ada tiga pilar utama yaitu penentu kebijakan, pengguna (user) dan industri itu sendiri baik BUMN maupun BUMN-S.

Laksdya TNI Widodo mengajak industri pertahanan untuk menggunakan kandungan lokal (local content) dan meminimalisasi penggunaan produk impor. Dalam kaitan itu, Kementerian Pertahanan melakukan terobosan antara lain dengan melakukan implementasi offset dan peningkatan kandungan lokal dalam setiap pengadaan Alustista luar negeri. Hal ini sebagai langkah konkrit untuk mempercepat penguasaan teknologi bagi kemandirian industri pertahanan.

Pada tanggal 14 Februari 2017, sebanyak 15 produk Bangtekindhan digelar di lapangan apel Setjen Kementerian Pertahanan, dan mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari berbagai kalangan. Langkah tersebut membuktikan bahwa Indonesia mampu menguasai teknologi pertahanan asalkan fokus dan memiliki tekad yang kuat .

Sumber: kemhan.go.id

Sharing

Tinggalkan komentar