Taiwan “Siap Mati” Melawan Invasi China Dengan Membeli F-35 dari AS

Taiwan membutuhkan jet tempur F-35 untuk melawan invasi China.

Republik China (Taiwan) telah mengindikasikan niatnya untuk kembali mencoba mendapatkan jet tempur Lockheed Martin F-35 Lightning II sebagai bagian dari pembangunan militer yang ditujukan untuk membela diri terhadap apa yang dilihatnya sebagai invasi tak terelakkan oleh China komunis, sebagaimana dilansir oleh China Topix pada hari Sabtu.

Ulasan Pertahanan Empat Tahunan (QDR) yang diterbitkan oleh Departemen Pertahanan Nasional mengatakan bahwa Taiwan bermaksud untuk membeli dua versi dari pesawat tempur F-35 Lightning II, yaitu F35A dengan sistem CTOL yang dioperasikan Angkatan Udara AS dan F-35B dengan sistem STOVL yang diterbangkan oleh Korps Marinir AS.

F-35A akan digunakan oleh Angkatan Udara Taiwan untuk mendukung Angkatan Darat dan Angkatan Lautnya, menurut dokumen QDR. Laporan itu juga mengatakan bahwa F-35B varian STOVL, diperlukan untuk respon cepat terhadap ancaman dari Angkatan Bersenjata China (PLA).

Jet tempur siluman akan penting dalam menambahkan lebih banyak kekuatan untuk strategi Taiwan dalam “menggandakan tingkat pencegahan” yang didefinisikan kementerian pertahanan sebagai strategi bukan hanya pertahanan, tapi juga sebagai respon yang cepat untuk mencegah invasi.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, bahwa China tidak akan menyerah pada rencananya untuk menyerang Taiwan. Penilaian ini berarti Taiwan harus lebih mempersiapkan diri untuk invasi yang akan datang dengan segala cara yang bisa, termasuk pembelian dan pengembangan peralatan yang lebih canggih seperti pesawat tempur, rudal, kapal selam dan kapal perang.

Taiwan Memperkirakan Invasi China Sebelum 2020

Kapal perusak Taiwan meluncurkan rudal SM-2 dalam sebuah latihan perang

Defence News menyebutkan bahwa Taiwan akan meningkatkan anggaran militernya saat ini sebesar 7 persen menjadi USD 147 milyar yang memungkinkan akuisisi dan pengembangan peralatan militer di tengah meningkatnya ketegangan dengan China, menurut laporan QDR.

Laporan ini dirilis sebelum pemerintahan Trump mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk memberikan “lebih banyak persenjataan dan pertahanan yang lebih baik” untuk Taiwan.

Namun demikian, Taiwan tidak yakin jika jet tempur F-35 akan termasuk dalam kesepakatan tersebut.

Pentagon baru-baru menegaskan kembali bahwa “tujuan keterlibatan pertahanan dengan Taiwan adalah untuk memastikan bahwa Taiwan tetap aman, percaya diri, bebas dari paksaan dan mampu terlibat dalam dialog damai, produktif untuk menyelesaikan perbedaan”.

Taiwan berusaha pertama kali untuk memperoleh jet tempur F-35 pada tahun 2009. Akan tetapi pemerintahan Obama, menolak permintaan tersebut pada tahun 2011 karena takut akan mengagitasi China.