Mesin Terbaru Untuk J-20 China Masih Belum Bisa Dikatakan “Berkelas Dunia”

Jet tempur siluman Chengdu J-20 buatan China

Mesin afterburning turbofan terbaru buatan China yang ditujukan untuk mentenagai jet tempur siluman Chengdu J-20 China mungkin tidak unggul secara signifikan dalam hal kinerja bila dibandingkan dengan mesin jet tempur buatan Rusia yang ada saat ini.

Chine Topix dalam artikelnya menyebutkan, bahwa perusahaan Aero Engine Corporation of China (AECC) yang sedang mengembangkan pembangkit listrik terbaru dan mengklaim bila mesin tersebut akan “segera” digunakan pada jet tempur siluman Chengdu J-20, akan tetapi tidak menyebutkan kapan waktunya.

Berdasarkan siaran pers seorang ilmuwan senior yang bekerja untuk perusahaan Aero Engine Corporation of China (AECC), bagaimanapun, menimbulkan pertanyaan tentang spesifikasi dan kualifikasi dari mesin baru tersebut, terutama pada rasio thrust-to-weight.

Rasio thrust-to-weight merupakan indikator kunci dari kemampuan sebuah mesin jet, dan beban pada sayap merupakan parameter yang paling penting dalam menentukan kinerja dari pesawat terbang.

“Pengembangan mesin berjalan dengan baik. Kami juga telah mulai merancang mesin pesawat terbang generasi selanjutnya dengan rasio thrust-to-weight yang jauh lebih tinggi dari jenis yang ada saat ini”, kata Chen Xiangbao, wakil presiden AECC Beijing dan juga anggota dari Chinese Academy of Engineering.

“Tidak akan memakan waktu lama bagi pesawat tempur generasi kelima kita untuk memiliki mesin buatan China”, tambahnya.

Chen, bagaimanapun, secara tidak langsung menyebut bahwa mesin baru tersebut belum berkelas dunia dengan menunjukkan bahwa mereka telah mulai merancang mesin turbofan generasi berikutnya.

Dia juga mengatakan bahwa China masih belum setara dengan 5 (lima) negara maju yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Rusia dalam kemampuan produksi mesin turbofan canggih untuk jet tempur militer.

Chen mengatakan para ilmuwan dan insinyur China masih terus berusaha untuk mengejar pemain top dunia dalam hal penelitian dan pengembangan mesin pesawat terbang mutakhir. Dia mencatat China masih memiliki jalan yang panjang untuk dilalui sebelum dapat mengembangkan dan memproduksi mesin jet berkelas dunia.

“Misalnya, kita dapat mengembangkan dua komponen yang paling penting dalam sebuah mesin canggih yaitu bilah turbin tunggal dari kristal superalloy dan metalurgi bubuk superalloy untuk cakram turbin dalam produksi massal, yang saat ini kualitasnya sangat tidak memuaskan”, kata Chen.

Membuat mesin handal masalah waktu dan ketekunan, menurutnya. “Jalan menuju sukses penuh dengan kemunduran dan kegagalan. Setiap mesin terkuat di dunia telah berjalan melewati semua rintangan ini”, kata Chen.

Pembuatan mesin pesawat etap menjadi salah satu dari beberapa bidang di mana China masih tertinggal dari para pemain top seperti Amerika Serikat dan Rusia, menurut pengakuan Yin Zeyong, Kepala Komisi Sains dan Teknologi di AECC.