Pengembangan Senjata Mesin Multi Laras TNI-AD

ilustrasi : Senjata Mesin Multi Laras, Dillon Aero Gatling Gun (istimewa)

Jakarta – Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat (Dislitbangad) sedang mengembangkan senjata mesin multi laras (SMML) kaliber 7,62 mm dan senjata otomatis kaliber 5,56 mm.

Kasi Rencana Kegiatan Bagian Materiil Umum Dislitbangad, Mayor Inf Darmaji, di Mako Dislitbangad, Jakarta, 22/3/2017 mengatakan pengembangan senjata mesin multi laras (SMML) kaliber 7,62 mm ini dilakukan bersama PT Pindad.

“Sudah dua kali dilakukan pengembangan bersama PT Pindad pertama terkait Integrated dan kedua Disintegrated,” ujar Mayor Darmaji.

Ia menjelaskan senjata mesin ini memiliki jangkauan sampai 1500 meter dengan jarak efektif 600 meter.

“Untuk satu menit pemakaian senjata ini bisa mengeluarkan 3000 amunisi. Senjata ini bisa ditempatkan di heli tempur dan kendaraan tempur,” katanya.

Sementara itu, untuk senjata otomatis kaliber 5,56 mm masih terus dalam penelitian dan diharapkan untuk produksi massal tahun 2018.

Dislitbangad juga mengembangkan kendaraan transportasi darat-air. Kendaraan ini sudah dalam rangkaian uji fungsi dari tim Dislitbangad.

“Uji fungsi ini dilakukan untuk membuktikan rancang bangun sudah sesuai apa belum. Dan setelah diuji tepat dengan spesifikasi teknis yang direncanakan pada tahun 2016,” kata Mayor Cpl Untung Sutopo.

Kendaraan transportasi darat-air ini adalah penyempurnaan kendaraan yang dibuat pada tahun 2014.

“Jadi, prototipe pertama yang dibuat 2014 memerlukan penyempurnaan, maka dilakukanlah pada 2016 yang menjadipPrototipe kedua,” kata Mayor Untung seraya menambahkan kendaraan darat-air prototipe pertama sudah pernah dipakai untuk membantu evakuasi banjir di Jakarta.

Plh Sekertaris Dislitbangad, Kolonel Czi Gunawan Pakki, menambahkan, Dislitbangad ini berkedudukan langsung dibawah Kepala Staf TNI AD (KSAD) yang bertugas pokok membina dan menyelenggarakan fungsi penelitian dan pengembangan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD.

Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut, Dislitbangad menyelenggarakan fungsi-fungsi pengkajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain itu ada juga penelitian dan pengembangan insani meliputi aspek kesehatan, psikologi, mentaI, dan jasmani serta pengembangan organisasi dan sistem metode.

“Dislitbangad juga menyelenggarakan kegiatan pengujian, percobaan, rekayasa pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) yang terdiri atas senjata, amunisi, bahan peledak, kendaraan dan alat angkut, alat komunikasi dan sistem pengendalian senjata (Sisdaljat) serta alat utama sistem senjata lain,” ujar Kolonel Czi Gunawan Pakki.

Antara

Tinggalkan komentar