Indonesia Pelajari Tawaran Produksi Amunisi dan Komponen untuk BMP-3F Korps Marinir

Kendaraan Tempur Infanteri (IFV) BMP-3F Korps Marinir. © Army Recognition

Indonesia Pelajari Tawaran Produksi Amunisi dan Komponen untuk BMP-3F Korps Marinir 1

Indonesia saat ini sedang mempelajari opsi untuk memulai lisensi produksi dari amunisi dan komponen untuk tempur infanteri kendaraan (IFV) BMP-3F, menurut keterangan Wakil Kepala Layanan Federal untuk Militer dan Kerjasama Teknis Rusia, Mikhail Petukhov sebagaimana dilansir dari Army Recognition.

Mikhail Petukhov mengungkapak pernyataan tersebut pada pameran LIMA 2017 yang berlangsung di Langkawi, Malaysia. “Indonesia saat ini sedang mempelajari penawaran Rusia mengenai lisensi produksi dari amunisi dan komponen untuk kendaraan tempur infanteri (IFV) BMP-3F yang disampaikan secara terpisah sebelumnya”, kata Petukhov.

Menurut dia, Rusia siap untuk bekerjasama dengan pelanggan asing potensial di bidang produksi berlisensi.

“Kami siap untuk kerjasama semacam ini seperti pemanfaatan, parameter dan prospek yang harus dipertimbangkan dalam setiap kasus tertentu”, kata Mikhail Pethukov. Saat ini, Angkatan Bersenjata Indonesia memiliki armada kendaraan tempur infanteri BMP-3F. Seperti dilaporkan sebelumnya, Indonesia telah menerima 17 unit kendaraan BMP-3F pada tahun 2010.

Pada batch selanjutnya, eksportir senjata Rusia, Rosoboronexport mengirimkan sejumlah 37 unit kendaraan BMP-3F ke Indonesia. BMP-3F IFV adalah sebuah versi dari jajaran kendaraan dirancang untuk Korps Marinir. Kendaraan ini dapat digunakan untuk pertahanan dan penjaga perbatasan, serta juga untuk unit pesisir.

Kendaraan ini dirancang untuk pertempuran di wilayah pesisir, pantai dan selama pendaratan amfibi. Kendaraan ini dipersenjatai dengan persenjataan utama meriam 100 mm, senapan koaksial 30 mm, rudal anti tank dan senapan mesin 7,62 mm. Kendaran tempur infanteri BMP-3F memiliki 3 orang awak dan mampu membawa hingga tujuh marinir bersenjata lengkap.

Leave a Reply