Home » Militer Indonesia » Sanksi AS Tak Pengaruhi Kesepakatan S-400 Rusia dan India

Sanksi AS Tak Pengaruhi Kesepakatan S-400 Rusia dan India

Sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf buatan Rusia

NEW DELHI – Menteri Pertahanan India, Arun Jaitley mengatakan di depan parlemen India ketika menjawab pertanyaan tentang laporan berita mengenai kesepakatan S-400. Surat kabar The Economic Times (India) dan Defense News (AS) melaporkan bahwa kontrak pembelian pertahanan senilai USD 10 milyar, termasuk frigat siluman dan sistem pertahanan udara S-400 dengan Rusia akan terhambat oleh terbitnya sanksi AS.

Sebagaimana dilansir dari Defence Update, Jaitley mengatakan bahwa meskipun Amerika Serikat memberlakukan sanksi, perusahaan Rusia tidak akan menghadapi rintangan dalam pemberian jaminan yang diperlukan dari bank India.

“Biaya pengadaan alutsista dilakukan sesuai dengan ketentuan Prosedur Pengadaan Pertahanan (DPP). Berdasarkan DPP yang masih ada, dalam kasus yang melibatkan pengeluaran diatas USD 3 juta (sekitar 20 crore), India dan vendor asing diwajibkan untuk menandatangani Pakta Integritas pra-kontrak dan harus memberikan sebuah Pakta Integritas Jaminan Bank (IPBG) untuk jumlah yang ditetapkan dari bank sektor publik India, bersama dengan tawaran komersial. Persyaratan ini tidak berlaku untuk kategori pengadaan modal tertentu, termasuk dari instansi pemerintah Rusia”, kata Jaitley dalam jawabannya.

“India dan Federasi Rusia menikmati kemitraan strategis khusus dan istimewa. Rusia telah lama mendukung kami dan mitra pertahanan terpercaya, pemerintah India berkomitmen untuk melanjutkan hubungan yang saling menguntungkan antar-kedua negara”, katanya.

Angkatan bersenjata India memiliki 70 persen peralatan yang berasal dari Rusia. Dan secara luas diharapkan bahwa hubungan pertahanan akan lebih ditingkatkan dengan komitmen yang baru-baru ini dibuat oleh perusahaan pertahanan Rusia, mengenai kontrak pasokan jangka panjang terhadap suku cadang serta pembuatan suku cadang melalui joint venture dan transfer teknologi dengan perusahaan India.