Setelah MoU dengan Thales Group, Malaysia Lirik Rafale

Rafale Dassault Aviation (Ronnie Macdonald)

Kuala Lumpur – Perusahaan Malaysia menandatangani enam nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan Perancis dalam bidang efisiensi energi, pembangkit listrik tenaga surya serta inovasi dan transfer teknologi di Kuala Lumpur, 28/3/2017.

Penandatanganan MoU diantaranya dilakukan oleh CEO InvestKL, Datuk Zainal Amanshah dengan Wakil Presiden Air Liquide (SEAPAC), Ng Boon Hai dengan disaksikan Menteri Industri dan Perdagangan Internasional Malaysia, Mustapa Mohamed dan Presiden Perancis Francois Hollande.

Kemudian Sime Darby dan Grup Perusahaan Perancis Engie menandatangani dua MoU untuk mengembangkan peluang bisnis dalam tenaga surya dan layanan integrasi fasilitas manajemen.

Nota kesepahaman pertama adalah untuk pengembangan kerjasama di Malaysia untuk menyediakan layanan teknik dan fasilitas manajemen dalam bidang efisiensi energi bangunan-bangunan penting seperti Bandara, rumah sakit, data center, universitas, perkantoran dan hotel.

Nota kesepahaman kedua bertujuan untuk menjajaki peluang bisnis dalam pengembangan energi tenaga surya skala besar di Malaysia dan Asia Tenggara.

Nota kesepahaman ketiga antara Prestariang Bhd dan Thales Group dalam sistem kontrol imigrasi.

Perjanjian keempat antara Tenaga Nasional Bhd dan Electricide de France dalam bidang energi. Perjanjian kelima antara InvesKL dan Air Liquide.

Sedangkan nota kesepahaman keenam antara Bpifrance dan PlaTCOM Ventres Sdn Bhd dalam pengembangan Usaha Kecil Menengah dan start up.

Total perdagangan antara Malaysia dan Perancis naik 6,3 persen menjadi RM 15.23 miliar pada tahun lalu dengan 270 perusahaan Perancis yang menanamkan investasi pada bidang manufaktur, jasa dan keuangan.

“Perancis adalah negara dengan teknologi tingkat lanjut dalam beberapa sektor termasuk manufaktur. Dengan infrastruktur yang baik dan administrasi yang efisien, Malaysia akan melanjutkan kerjasama dengan Perancis,” ujar Menteri Industri dan Perdagangan Internasional Malaysia, Mustapa Mohamed.

Malaysia juga sedang mempertimbangkan pembelian kelengkapan pertahanan dari Perancis termasuk pesawat Rafale buatan Dassault Aviation.

Presiden Francois Hollande dijadwalkan ke Jakarta Rabu malam setelah mengakhiri lawatan ke Malaysia selama dua hari. Francois dijadwalkan juga melakukan kunjungan ke Singapura.

Antara

Sharing

Tinggalkan komentar