Militer Cina Semakin Ramping Tapi Semakin Kuat

China ingin membeli persenjatan baru berteknologi tinggi untuk Angkatan Laut dan Angkatan Udara, tetapi untuk melakukannya, China harus memberhentikan 300.000 tentara, ungkap Kementerian Pertahanan China pada Kamis, dan menyatakan rencana Beijing untuk mengurangi jumlah pasukan militernya akan selesai pada akhir tahun ini.

China berusaha untuk mengubah militernya dari pasukan besar, dengan kekuatan darat mencapai 2,3 juta personel menjadi pasukan militer yang lebih ramping dan strategis namun dengan kekuatan teknologi yang lebih tinggi dan modern, yang bukan hanya mampu mempertahankan keamanan China di dalam negeri namun juga kepentingan China di luar negeri.

China akhir tahun 2016 sudah membeli empat pesawat tempur canggih Su-35 dari Rusia sebagai bagian dari kesepakatan US$ 2 miliar pembelian 24 jet SU-35 dalam waktu tiga tahun. Tercatat Beijing adalah negara dengan pengeluaran militer terbesar kedua di dunia, menghabiskan uang sebesar US$ 215 miliar pada tahun 2015, rilis Stockholm International Peace Research Institute.

Pengurangan personel militer bukan berarti menjadikan militer China semakin lemah, China membutuhkan personel militer yang lebih sedikit karena akan menggunakan persenjataan yang lebih modern dan canggih.

Menurut June Teufel Dreyer, professor di University of Miami Political Science kepada Bloomberg, “ Semakin modern senjata China, semakin sedikit personel yang dibutuhkan. Sedikit uang yang dihabiskan untuk personel berarti lebih banyak uang untuk membeli pesawat tempur, kapal selam, kapal fregat dan rudal.”

Newsweek.com
Editor : Muhidin