Perancis : Malaysia Hanya Fokus Pada Rafale, Bukan Pesawat Tempur Lain

Malaysia, yang masih mencari 18 pesawat tempur sebagai bagian dari program MRCA (Multi-Role Craft ) dengan potensi pengeluaran sebesar US $ 2 miliar, kini hanya berbicara dengan satu pemasok, yakni perusahaan Dassault Aviation Perancis, klaim juru bicara Pemerintah Prancis.

Pemerintah Perancis mengklaim, saat ini negosiasi terkait Rafale sudah dimulai, hanya dengan persahaan Dassault dan tidak dengan perusahaan lain, termasuk BAE System dari Inggris.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pernah mengatakan pada hari Selasa bahwa dirinya telah membahas kemungkinan pembelian pesawat tempur Rafale dengan Francois Hollande selama kunjungan presiden Perancis pekan ini, namun hingga kini pemerintah Malaysia ternyata belum siap membuat keputusan.

Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein baru-baru ini menyatakan perlombaan untuk pembelian jet tempur multirole baru telah menyempit kepada dua pesawat tempur, Dassault Rafale dan Eurofighter Typhoon buatan BAE Systems Inggris.

Dassault Aviation dan BAE System tidak memberikan tanggapan terkait klaim terbaru dari Pemerintah Perancis.

Malaysia berencana ingin mengganti skuadron pesawat tempur MiG-29 buatan Rusia yang hampir separoh diantaranya sudah digrounded.

Dassault sebenarnya sudah berjuang selama bertahun-tahun untuk mengamankan pesanan asing pertama kepada Malaysia, namun pada tahun 2015 Rafale berhasil membuat terobosan dengan kesepakatan penjualan 24 unit pesawat tempur Rafale ke Mesir.

Pada bulan Mei 2015, Perancis dan Qatar membukukan kesepakatan senilai 6,3 miliar euro (US$ 6,77 miliar) untuk penjualan 24 Rafale dan setelah itu Dassault juga berhasil menandatangani kesepakatan pembelian 36 Rafale untuk India dengan kesepakatan senilai US$ 8,7 miliar, akuisisi besar pertama Perancis untuk penjualan pesawat tempur dalam 20 tahun ini.

Reuters
Editor : Muhidin

Leave a Reply