Indonesia Barter Senjata Perancis dengan Karet - JakartaGreater

Indonesia Barter Senjata Perancis dengan Karet

FREMM versi Perancis. (Rama)

Indonesia tidak akan semata-mata menggunakan uang tunai untuk membayar pembelian persenjataan buatan Perancis, tetapi juga menggunakan komoditas seperti karet.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa berdasarkan ketentuan pembelian peralatan militer, Indonesia harus membayar dengan transfer teknologi atau komoditas.

“Jika kita membeli senjata mereka, kita harus membayar 35 persen dari harga dengan teknologi atau komoditas, seperti karet atau apapun yang lain,” ujar Ryamizard, seperti dikutip JakartaPost pada Jumat (31/3).

Ryamizard menyampaikan bahwa dirinya akan terlebih dahulu berbicara kepada menteri perdagangan terkait barter komoditas tersebut.

Lima MoU Indonesia—Perancis, Termasuk Pertahanan

Pertemuan Presiden Perancis François Hollande dan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 29/3/2017. (Sekretariat Negara)

Delegasi Indonesia dan Prancis menandatangani lima “memorandum of understanding / MOU (nota kesepahaman) antara lain di bidang pertahanan dan pariwisata.

“Saya menyambut baik penandatanganan lima MOU yaitu di bidang pembangunan urban berkelanjutan, pariwisata, pertahanan, ilmu pengetahuan dan penelitian, serta pertukaran tenaga peneliti,” kata Presiden Joko Widodo pada konferensi pers bersama dengan Presiden Prancis Francois Hollande di Istana Merdeka Jakarta, 29/3/2017

Presiden mengatakan dalam kerja sama bidang maritim, Indonesia meminta kerja sama dalam memerangi IUU Fishing termasuk menjadikan IUU (Illegal, unreported and unregulated) fishing masuk sebagai “transnational crime organization”.

Sementara untuk bidang ekonomi kreatif, kata Presiden Jokowi, kerja sama di bidang sinematografi, perfilman, fashion dan ekonomi digital akan terus dikembangkan.

Selain kerja sama bilateral, lanjutnya, Indonesia-Prancis juga melakukan kerja sama yang erat di berbagai isu internasional antara lain isu kemerdekaan Palestina, pasukan perdamaian dunia, serta dan melawan ektrimisme dan terorime.

“Kedua negara sepakat memperjuangkan tercapainya perdamaian Palestina-Israel melalui konsep ‘two state solution’,” katanya.

Presiden mengungkapkan Indonesia dan Prancis sebagai penyumbang pasukan perdamaian dunia, sepakat meningkatkan kerja sama termasuk peningkatan kapasitas bahasa Prancis bagi pasukan Indonesia.

Presiden juga mengatakan Indonesia-Prancis juga sepakat penyebaran nilai-nilai toleransi dan menghilangkan xenophobia sebagai upaya memberantas ektrimisme dan terorisme.

Presiden Prancis Francois Hollande mengungkapkan adanya pasukan perdamaian merupakan komitmen Prancis-Indonesia untuk bersama-sama menghilangkan konflik di dunia.

Hollande mengatakan kerja sama pertahanan antara Indonesia-Prancis diperdalam karena kesadaran kedua negara dalam kemandirian di bidang pertahanan, termasuk alat dan personalia.

Di bidang pariwisata, kata Hollande, Prancis melihat Indonesia adalah kepulauan besar sehingga perlu dikembangkan transportasi dan juga akan meningkatkan kunjungan wisata.

Presiden Prancis juga menilai Indonesia memiliki warga negara mayoritas muslim terbesar di dunia, dan Indonesia memperlihatkan kebinnekaan yang toleran.

Hollande mengatakan hal tersebut menjadi ilham bagi Prancis, yakni prinsip kebebasan dan toleransi untuk menghilangkan terorisme tanpa ada diskriminasi.

Sumber: JakartaPost dan Antara

Tinggalkan komentar