China : Tidak Ada Pulau Buatan di Laut China Selatan

A satellite photograph of Cuarteron Reef in the South China Sea’s Spratly islands, showing a lighthouse, probable communications and radar towers, a probable bunker, and a possible observation post constructed by China. The photo was taken on January 24, 2016. (CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/DigitalGlobe)

Beijing – Kementerian Pertahanan China pada 30/3/2017 menyatakan tidak ada pulau-pulau buatan di Laut China Selatan yang disengketakan dan menegaskan bahwa setiap kegiatan pembangunan diutamakan untuk tujuan sipil.

China yang mengklaim sebagian besar wilayah kaya akan sumber daya alam itu telah melakukan reklamasi lahan dan konstruksi di beberapa pulau di kepulauan Spratly, bagian yang juga diklaim oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.

Bangunan itu termasuk bandara, pelabuhan, dan fasilitas lainnya yang melibatkan dalam beberapa kasus dilakukan penimbunan menggunakan pasir untuk membuat daratan pada apa terumbu karang yang mungkin hanya terlihat saat air laut surut.

Tapi juru bicara kementerian Wu Qian menyampaikan bahwa kemungkinan ada kesalahpahaman, meski pun ia mengatakan ada pekerjaan konstruksi yang dilakukan sesuai dengan hak-hak China seperti Kepulauan Spratly yang masuk dalam teritorialnya.

“Tidak ada hal yang dituduhkan seperti pulau-pulau buatan manusia,” ujar Wu pada konferensi pers rutin bulanan. “Sebagian besar bangunan adalah untuk tujuan sipil, termasuk fasilitas pertahanan yang diperlukan,” katanya menambahkan.

Laut China Selatan secara umum stabil pada saat ini, tetapi beberapa negara di luar kawasan cemas tentang hal ini dan ingin menjadikannya sebagai sensasi dan menciptakan ketegangan, ujar Wu dengan menggunakan terminologi yang biasanya mengacu pada Amerika Serikat.

Ketika didesak untuk menjelaskan komentarnya bahwa tidak ada pulau buatan, Wu menolak untuk menerangkan lebih lanjut dan mengatakan bahwa China sudah memberikan penjelasan lengkap dari proses pekerjaan konstruksi.

Pada hari Senin, sebuah lembaga pemikiran AS mengatakan China tampaknya telah menyelesaikan sebagian besar konstruksi utama dari infrastruktur militer di pulau-pulau buatan yang dibuat di Laut China Selatan dan mampu menerbangkan pesawat tempur dan peralatan militer lainnya kapan pun dari lokasi tersebut.

China telah berulang kali membantah tuduhan menjadikan Laut China Selatan sebagai zona militer, di mana perdagangan melalui kapal senilai sekitar lima triliun dolar amerika melintas setiap tahunnya di perairan tersebut.

Antara

Tinggalkan komentar