Rusia Minta AS Tunjukkan Bukti Penggunaan Senjata Kimia Oleh Suriah

Para ahli dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di sebuah rumah sakit di Adana, Turki. © DHA-Depo

MOSKOW – Kementerian Pertahanan Rusia mengharapkan agar Pentagon dapat memberikan bukti penggunaan senjata kimia di Khan Sheikhoun (provinsi Idlib) oleh tentara Suriah, menurut Mayjend Igor Konashenkov, seperti dilansir dari TASS Defense hari Jumat.

“Kami sedang menunggu penjelasan dari AS pada ketersediaan apa yang mereka sebut bukti tak diragukan lagi yang membuktikan bahwa senjata kimia di Khan Sheikhoun digunakan oleh tentara Suriah”, katanya.  Igor Konashenkov menambahkan bahwa Kementerian Pertahanan Rusia telah membantah mengenai adanya penggunaan senjata kimia oleh tentara Suriah.

“Semua tuduhan terhadap Damaskus pada dugaan pelanggaran Konvensi Jenewa tentang larangan penggunaan senjata kimia telah diajukan oleh AS sebagai dalih untuk membenarkan serangan yang tidak beralasan”, tegasnya.

Konashenkov mengingatkan bahwa pemerintah Suriah telah sepenuhnya memusnahkan senjata kimia, termasuk pengiriman dan semua fasilitas produksinya dari tahun 2013 hingga 2016.

“Semua stok telah dimusnahkan, dan komponen yang tersedia untuk produksi senjata kimia tersebut telah dihapus dari Suriah dan dihancurkan di perusahaan-perusahaan di AS, Finlandia, Inggris dan Jerman” katanya.

Serangan di Suriah

Militer AS menembakkan 59 rudal jelajah Tomahawk di sebuah pangkalan udara militer di provinsi Homs, Suriah pada Jumat dini hari dibawah perintah yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump. Pemogokan dilakukan sebagai balasan atas apa yang Washington percaya mengenai adanya penggunaan senjata kimia di provinsi Idlib oleh pemerintah Suriah. Pentagon mengatakan dugaan serangan senjata kimia diluncurkan dari pangkalan udara ini.

Pada tanggal 4 April, Reuters mengutip dari Observatorium Suriah yang berbasis di London untuk Hak Asasi Manusia (HAM) mengatakan bahwa serangan udara di kota Suriah dari Khan Sheikhoun, di provinsi Idlib, telah membunuh 58 orang, termasuk 11 anak-anak. Reuters menduga bahwa serangan kimia bisa saja dilakukan oleh jet Rusia atau pemerintah Suriah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setidaknya 70 orang tewas dan ratusan lainnya telah terkena dampak.

Militer Rusia dan Suriah membantah keterlibatan mereka dalam serangan itu. Kementerian Pertahanan Rusia kemudian mengatakan bahwa pada tanggal 4 April, angkatan udara Suriah telah melakukan serangan udara di pinggiran timur Khan Sheikhoun untuk menghancurkan fasilitas militan yang digunakan untuk memproduksi bom kimia. Bom ini telah dikirim ke Irak dan juga digunakan di Aleppo.