Pakar Militer: “Suriah Tak Mampu Menangkis Serangan Rudal AS di Pangkalan Udara Shayrat”

Citra satelit Pangkalan Udara Shayrat, Suriah. © DigitalGlobe

MOSKOW – Tentara Suriah tidak bisa menangkis serangan rudal AS di pangkalan udara Shayrat pada hari Jumat dini hari, karena sistem pertahanan udara Suriah melindungi fasilitas terpisah dan sangat mungkin, Suriah tidak memiliki sistem rudal pertahanan udara di sekitar pangkalan udara tersebut, menurut Igor Korotchenko, pakar militer yang berbasis di Moskow seperti dilansir oleh TASS Defense.

“Pertama, Suriah memiliki pertahanan udara seperti pulau”, katanya. “Ini berarti bahwa unit dan sistem persenjataan mereka memiliki cakupan fasilitas secara terpisah. Mereka tidak memiliki jaringan pertahanan udara terpadu dan saya tidak mengesampingkan bahwasanya tidak ada pertahanan udara sama sekali di pangkalan udara tersebut”.

“Kedua, selain Pantsyr semua sistem lainnya sudah ketinggalan jaman karena mereka diproduksi selama era Soviet dan mereka membutuhkan upgrade”, kata Korotchenko. “Itu sebabnya Suriah tidak bisa menangkis serangan itu”.

Dia menyuarakan keyakinan bahwa serangan lanjutan mungkin akan terjadi, “Amerika telah membuka segel kotak Pandora dan telah menunjukkan sekali lagi pemikiran sebagai seorang polisi global yang secara logika dapat mendorong Trump untuk membuat langkah baru yang gagal dipahami”.

Viktor Murakhovsky, kepala editor dari majalan Arsenal Otechestva, juga tidak mengesampingkan kemungkinan serangan rudal lagi. Serangan rudal berikutnya mungkin akan menargetkan fasilitas yanga menurut asumsi AS bahwa Suriah menyimpan senjata kimia disana.

“Di urutan pertama adalah pangkalan udara dan pangkalan penyebaran permanen yang dikendalikan oleh pasukan pemerintah Suriah”, katanya.

Korotchenko yakin peluncuran 59 rudal Tomahawk dari kapal ke kapal perusak adalah sebagai sinyal yang dikirim Trump untuk China. “Pada saat serangan itu, Trump adalah tuan rumah bagi Presiden China, Xi Jinping dan ini jelas sebagai demonstrasi grafis dari kekuatan militer kepada China, karena Trump sebelumnya mengatakan bahwa China adalah sebagai pesaing politik nyata dari AS”.

Murakhovsky mengatakan bahwa pihak Pentagon telah memperingatkan pihak Rusia tentang serangan yang akan datang. “Komandan pasukan kami di [pangkalan udara] Hmeymim menerima pemberitahuan dua jam sebelum serangan karena Amerika khawatir bahwa pasukan Rusia mungkin berada di pangkalan udara Shayrat”.

“Sekarang kita telah menangguhkan berlakunya nota kesepahaman (MoU) antara Rusia-AS pada pencegahan insiden berbahaya di wilayah udara Suriah, sekarang kita tidak akan menerima pemberitahuan apapun dari Amerika dan itu sinyal kuat kepada mereka bahwa tindakan mereka harus cukup beralasan”, katanya