Home » Alutsita Canggih » Militer Rusia: “Hanya 40% Rudal AS Menghantam Sasaran”

Militer Rusia: “Hanya 40% Rudal AS Menghantam Sasaran”

Kapal perusak USS Ross (DDG 71) meluncurkan rudal serang darat Tomahawk. © EPA

MOSKOW – Hanya 23 dari 59 rudal jelajah yang ditembakkan dari kapal perang AS di sebuah pangkalan udara Suriah yang mencapai target, menurut data alat perekam Rusia, seperti dijelaskan oleh juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayjend Igor Konashenkov, seperti dilansir dari TASS Defense pada hari Jumat.

“Efektivitas tempur dari serangan rudal besar-besaran AS pada pangkalan udara Suriah tersebut sangat rendah”, kata juru bicara Kementerian Pertahanan tersebut menekankan.

“Menurut data alat perekam, hanya 23 rudal yang mencapai pangkalan udara Suriah. Tempat di mana rudal lainnya jatuh masih belum diketahui”, kata juru bicara itu.

Data radar Rusia menunjukkan bahwa rudal Tomahawk ditembakkan dari kapal perusak Amerika Serikat yaitu USS Porter dan USSRoss di Laut Mediterania dari pukul 03:42 – 03:56 waktu Moskow, kata jenderal itu.

Sistem pertahanan udara militer Suriah akan diperkuat dalam waktu dekat untuk melindungi fasilitas infrastruktur yang paling penting, Konashenkov memastikan.

Pada tahun 2016, beberapa baterai dari sistem pertahanan udara Rusia S-300 telah dipindahkan ke fasilitas logistik angkatan laut di Tartus untuk memberikan perlindungan bagi pangkalan militer dan kapal Rusia di lepas pantai Suriah.

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan bahwa sistem pertahanan multitier telah dipasang sekitar Tartus dan pangkalan udara Hmeymim. Pada akhir November 2016 sistem pertahanan udara terbaru S-400 dikirimkan ke Suriah setelah pesawat tempur F-18 Turki menembak jatuh bomber Sukhoi-24 Rusia.

Sistem Pantsir melindungi fasilitas militer Rusia dari pesawat yang terbang rendah dan rudal. Juga, fasilitas pertahanan Rusia menggabungkan sistem Bastion, yang mampu memukul target di laut dan darat pada jarak 350-450 kilometer. Rusia telah membantu Suriah untuk mengembalikan operasional sistem pertahanan udara S-200-nya yang melindungi pangkalan militer Rusia dari serangan potensial di wilayah timur. Tentara Suriah juga menggunakan sistem pertahanan udara Buk.

Serangan Kimia

Serangan rudal AS di Suriah telah direncanakan terlebih dahulu, sementara insiden penggunaan senjata kimia hanya sebagai dalih, menurut catatan Konashenkov.

“Sudah jelas bahwa serangan rudal jelajah AS terhadap pangkalan udara Suriah telah direncanakan dengan baik terlebih dahulu”, katanya.

“Bagi para spesialis itu jelas bahwa keputusan untuk melakukan serangan rudal di Suriah telah dibuat di Washington jauh sebelum peristiwa di Khan Shaykhun, yang digunakan sebagai dalih yang terlalu mengada-ada. Pamer kekuatan militer yang secara eksklusif berasal dari motif politik internal”, tambah juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia.

Kerjasama Dengan Pentagon Ditangguhkan

Kementerian Pertahanan Rusia telah menghentikan kerjasama dengan Pentagon pada pencegahan insiden penerbangan di atas Suriah.

“Kami menganggap langkah-langkah yang telah diambil oleh Amerika Serikat menjadi pelanggaran yang cukup jelas dari MoU 2015 pada pencegahan insiden militer dan menjamin keamanan selama operasi di wilayah udara Suriah”, kata juru bicara kementerian.

“Kementerian Pertahanan Rusia menangguhkan kerjasama dengan Pentagon yang ditujukan untuk pelaksanaan memorandum tersebut”.

“Untuk melindungi fasilitas yang paling sensitif dari infrastruktur Suriah, sejumlah langkah-langkah strategis akan diambil dalam waktu dekat untuk memperkuat dan meningkatkan efektivitas sistem pertahanan udara angkatan bersenjata Suriah”, tambahnya.

Kerugian Suriah

Serangan rudal AS tersebut menewaskan 4 prajurit militer Suriah, sementara itu beberapa orang lainnya terluka atau hilang.

“Menurut komando pangkalan udara, 2 orang prajurit Suriah hilang, sementara 4 orang tewas dan 6 orang mengalami luka bakar serius saat memadamkan api”, kata Konashenkov.

Menurut Departemen Pertahanan Rusia, 6 unit jet tempur Mikoyan MiG-23, stasiun radar dan peralatan militer lainnya telah hancur.

“Serangan tersebut menghancurkan sebuah gudang logistik, bangunan pelatihan, kantin, enam unit pesawat tempur MiG-23 yang berada di dalam hanggar perbaikan dan juga stasiun radar”.

“Landasan pacu, taxiway dan pesawat tempur Angkatan Udara Suriah yang sedang diparkir tidak mengalami kerusakan”, kata juru bicara itu.