Siapa Bilang Flanker Pesawat Tempur ‘Gendut’

Beberapa pihak menilai kemampuan manuver pesawat tempur Flanker buatan Rusia (dahulu Uni Soviet) adalah seperti ‘mukjizat’ yang belum mampu disaingi oleh pesawat tempur buatan negara manapun, termasuk oleh AS. Pesawat tempur Flanker series terus berkembang menjadi salah satu prestasi terbaik bagi dunia penerbangan modern.

Manuver yang lincah seperti menjadi keharusan untuk kemampuan bertahan hidup bahkan meski pada pertempuran modern. Sejak dahulu insinyur Rusia dan AS terus mengembangkan pesawat tempur yang super-maneuver. Dengan desain struktur yang tidak stabil berarti membutuhkan sistem kontrol penerbangan fly by wire yang terkomputerisasi canggih, yang hanya bisa dilakukan negara dengan infrastruktur industri penerbangan yang sudah maju.

Meski bertubuh bongsor dan berbobot 22-25 ton, bahkan jika dibandingkan dengan pesawat tempur Tejas yang seperti setinggi ‘lutut’ nya Su-27 atau Su-30, pesawat tempur Flanker mampu melakukan berbagai manuver yang lincah dan menakjubkan. Kelincahan yang bahkan belum bisa ditandingi pesawat tempur tercanggih seperti F-22 Raptor.

Pesawat tempur Flanker memang dirancang tanpa desain siluman. Pada saat itu Uni Soviet membutuhkan pesawat tempur yang mampu mengatasi pesawat pengintai penerbangan tinggi seperti SR-71, F-111, FB-111, Panavia Tornado, pembom supersonic Rockwell B1, termasuk juga rudal jelajah.

Selain itu pesawat tempur itu juga harus memiliki jangkauan operasi yang jauh untuk menutupi hamparan wilayah udara Soviet yang luas yang terdiri dari 11 zona waktu yang berbeda.

Dahulu, pihak analis militer Barat menilai Flanker hanya bisa bermanuver lincah tanpa beban senjata. Flanker tidak mungkin bisa bermanuver dengan beban senjata penuh.

Namun hal ini akhirnya terbantah, Flanker yang bertubuh besar dan berat dengan mesin yang kuat menjadikan bobot senjata yang digotongnya hanya menimbulkan dampak sangat kecil pada kemampuan manuvernya, seperti yang diperlihatkan pada video Su-30MK diatas.

Author : Muhidin

Leave a Reply