Israel Batalkan Kesepakatan Akuisisi Kapal Selam Jerman Jika Terbukti Ada Suap

Kapal selam Angkatan Laut Israel, INS Rahav tiba di pelabuhan militer Haifa pada 12 Januari 2016

TEL AVIV – Para pejabat Israel dan Jerman mengatakan kepada surat kabar Haaretz bahwa Jerman telah bersikeras agar Israel mau menambahkan klausul nota kesepahaman penjualan kapal selam berkemampuan nuklir yang kabarnya segera ditandatangani, seperti dilansir dari Sputnik News.

Israel akan membuang kesepakatan dengan pembuat kapal Jerman untuk membeli tiga kapal selam jika penyelidik Israel menemukan bukti adanya penyuapan dalam kasus yang dibuka awal tahun ini, menurut laporan media Israel pada hari Selasa, 18 April 2017.

Pengacara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yaitu David Shimron diduga telah mengajukan kontrak dengan ThyssenKrupp, perusahaan Jerman yang memiliki hubungan dekat dengannya. Namun Simron membantah telah melakukan kesalahan.

Netanyahu mengatakan ia telah menyadari adanya hubungan antara pengacaranya tersebut dengan konglomerat Jerman dan membuat keputusan untuk membeli kapal selam dalam proses yang transparan yang melibatkan semua instansi terkait. Dia belum terlibat dalam kasus ini, tetapi dia dituduh oleh dua kasus lainnya.