USS Carl Vinson Mendekat, Korut Tangkap Warga AS

Kapal induk CVN-70 Carl Vinson Amerika Serikat (Petty Officer 3rd Class Daniel Barker)

Saat ini, 23/4/2017 dua kapal perang destroyer Jepang latihan bersama armada kapal induk CVN-70 Carl Vinson Amerika Serikat di Pasifik barat dekat Semenanjung Korea. Kapal perang Jepang, “DD-106 Samidare” dan “DDG-78 Ashigara” bergabung dengan “Carl Vinson” untuk menunjukkan kesetiakawanan terhadap AS yang menentang uji nuklir dan peluru kendali balisitk Korea Utara.

Kapal perang Jepang akan berlatih sejumlah variasi taktik dengan gugus tempur AS, ujar Pasukan Bela Diri Laut Jepang (MSDF) dalam pernyataan.

Presiden AS Donald Trump memerintahkan gugus tempur Carl Vinson berlayar menuju perairan di Semenanjung Korea sebagai tanggapan atas peningkatan ketegangan di Korea Utara.

Meski ditekan oleh Amerika Serikat, Korea Utara pada Jumat 22/4/2017 malah menahan seorang warga negara Amerika Serikat, dan menambah daftar total menjadi tiga warga AS yang ditahan Korea Utara, ujar kantor berita Korea Selatan Yonhap.

Pria berdarah Korea-Amerika berusia lima puluhan yang diidentifikasi bernama keluarga Kim itu, berada di Korea Utara selama sebulan untuk membahas kegiatan bantuan kemanusiaan, kata Yonhap pada hari Minggu, 23/4/2017.

Dia ditangkap di Bandara Internasional Pyongyang dalam perjalanannya keluar dari Korea Utara.

Kim adalah seorang mantan profesor di Universitas Sains dan Teknologi Yanbian (YUST). YUST merupakan sebuah universitas di China yang memiliki sebuah universitas cabang di Pyongyang.

Seorang pejabat di Badan Intelijen Nasional Korea Selatan mengatakan, mereka tidak mengetahui adanya penangkapan yang dilaporkan. Pihak YUST tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar perihal peristiwa tersebut.

Korea Utara, yang telah dikritik karena catatan hak asasi manusianya, sebelumnya telah menggunakan orang Amerika yang ditahan, untuk menarik kunjungan pejabat tinggi dari Amerika Serikat yang sebetulnya tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.

Sebelumnya, Otto Warmbier, seorang siswa berusia 22 tahun, ditahan pada Januari tahun lalu dan dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa oleh pengadilan Korea Utara karena telah mencoba mencuri sebuah spanduk propaganda.

Selain itu, pada bulan Maret 2016 Kim Dong Chul warga negara Amerika berdarah Korea berumur 62 tahun dijatuhi hukuman 10 tahun kerja atas perbuatan yang dianggap melawan negara komunis itu.

Misionaris AS Kenneth Bae ditangkap pada tahun 2012 dan dijatuhi hukuman 15 tahun bekerja atas tuduhan kejahatan terhadap negara dan dibebaskan dua tahun kemudian.

Antara / Reuters