Bermasalah, 2 Unit F-35A AS Harus Tinggal di Inggris

Mayor Kiyun Jung, pilot Angkatan Udara Republik Korea F-35A, bersiap untuk misi solo pertamanya 20 Juli, di Pangkalan Angkatan Udara Luke, Arizona.

JakartaGreater.com – Dua dari enam Lockheed Martin F-35A yang dikerahkan oleh Angkatan Udara AS ke Markas Udara Lakenheath minggu lalu ditinggal di Inggris saat rekan skuadron mereka melakukan perjalanan pulang.

Pilot Angkatan Udara AS (USAF) melihat ada masalah pada pengisian bahan bakar pada salah satu pesawat F-35A dan memutuskan untuk menahan penggelaran pesawat dan wingman-nya, kata Letnan Kolonel George Watkins, komandan skuadron tempur ke-34. Watkins menyebut pemeriksaan tersebut sebagai tindakan pencegahan keselamatan rutin.

“Sang pilot melihat bahwa katup pelampung tangki bahan bakar yang tidak bekerja 100 %, tangki bahan bakarnya mungkin belum membaca dengan benar dan dia tidak yakin sehingga sang pilot tersebut membuat pilihan untuk tidak menggunakan jet itu, hanya memastikan kita bisa mengudara tanpa ada masalah?, ” kata Watkins.

Ada 3 pasang F-35A yang dikirim ke Inggris minggu lalu serta membawa tiga pesawat tanker, meskipun kapal tanker tidak menemani jet-jet tersebut untuk keseluruhan perjalanan, kata Watkins. F-35 mengisi bahan bakar sebanyak sembilan kali selama penyebaran dan pesawat tanker terakhir mengisi bahan bakar jet tempur tersebut dari pangkalan udara Mildenhall.

Awal tahun ini, wakil komandan Korps Marinir AS untuk penerbangan mengkritik model pengisian bahan bakar yang digunakan untuk F-35B Korps Marinir AS.

“Kalian lihatlah model itu, berapa kali kami harus mengirim pesawat tanker, terlalu sering. Bila kami terus menggunakan model itu maka kami butuh lebih banyak bahan bakar daripada yang kami lakukan sekarang”, kata Letnan Jenderal Jon Davis.

Watkins mencirikan pengisian bahan bakar baru-baru ini dalam perjalanan ke Lakenheath sebagai rutinitas dan mencatat bahwa F-35A Angkatan Udara AS membawa lebih banyak bahan bakar daripada model F-35B Korps Marinir AS.

Selama penyebaran di Lakenheath, Inggris, Angkatan Udara AS akan membatasi operasi pelatihannya di wilayah udara Inggris. Pesawat tersebut juga akan terbang keluar dan kembali ke wilayah NATO lainnya di luar Inggris, namun juru bicara Angkatan Udara AS tidak menyebutkan lokasi-lokasi tersebut.