Wow….Indonesia Akan Punya Skuadron Flanker dengan Kemampuan Peperangan Elektronik

Ilustrasi Su-27SM3 Rusia dengan pod jammer Photo : Forum Spacebattle

Menurut berita yang dilansir oleh majalah Angkasa, Angkatan Udara Indonesia kelak akan membangun skuadron udara khusus dengan kemampuan jammer peperangan elektronika.

Sebagaimana ditulis oleh majalah Angkasa saat melakukan wawancara dengan KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dua pesawat tempur Su-27 yang menjalani upgrade di Belarusia akan dilengkapi dengan pod jammer peperangan elektronika.

Kedua Su-27 dengan pod jammer kemungkinan akan menjadi batch pertama dari skuadron tempur peperangan elektronika, sekaligus sebagai pesawat tempur pengenalan dan pembelajaran bagi Angkatan Udara Indonesia.

Meski tidak disebutkan tipe jammer yang akan melengkapi Su-27, kemungkinan yang akan dipasangkan adalah pod jammer SAP-518 buatan produsen Knirty.

SAP-518 banyak melengkapi pesawat tempur Flanker family lainnya seperti Su-35, Su-30MKI dan Su-30MKM.

Dengan semakin canggihnya rudal udara-ke-udara dan sistem radar dan rudal anti pesawat (SAM) menjadikan pesawat tempur kini semakin rentan dan mudah ditembak jatuh, dan kelengkapan dengan pod jammer adalah suatu keharusan bagi skuadron udara modern.

Untuk menghadapi sergapan rudal udara-ke-udara buatan Barat seperti rudal AIM-120 AMRAAM, pod jammer SAP-518 berfungsi mengacaukan rudal AIM-120 yang menggunakan sistem pembimbing active radar homing. Sistem jammer tersebut diyakini akan mampu membutakan dan mengecoh sistem seeker pada rudal AIM-120.

Sedangan untuk menghadapi sistem radar dan rudal anti pesawat SAM musuh, pod SAP-518 akan menjamming dan menipu sistem radar musuh dengan menciptakan target-terget palsu.

Kini kita tunggu saja kedatangan Su-27 TNI AU yang sudah dilengkapi dengan pod jammer elektronika dari Belarusia, dan dengan kemampuan jammer peperangan elektronik, kini pesawat tempur Flanker Angkatan Udara Indonesia akan mengalami peningkatan kemampuan yang sangat signifikan, tidak kalah dengan pesawat tempur termodern negara-negara tetangga.

Majalah Angkasa / Defence studies