Heboh! China Gunakan MiG-35 Rusia dan Kapal Amfibi AS Untuk Poster

Kapal induk Liaoning saat melaksanakan latihan militer diwilayah Samudera Pasifik, tanggal 24 Desember 2016. © AFP 2017

Siapa pun yang menciptakan citra yang baru-baru ini disebarluaskan ke seluruh China untuk membangkitkan dukungan bagi peringatan 68 tahun berdirinya Angkatan Laut PLA rupanya mengambil banyak lisensi artistik untuk mewujudkan visinya tentang Angkatan Laut China, seperti dilansir dari Sputnik News.

Poster tersebut menampilkan kapal induk Liaoning, dibangun dari kapal induk Soviet yang telah dilelang ke China, dan kemudian berhasil dioperasikan. Tapi itu mungkin satu-satunya hal domestik tentang foto itu.

Poster Kementrian Pertahanan China

Jet tempur tampak meluncur dari dek kapal induk ternyata pesawat tempur MiG-35 Rusia, menurut laporan South China Morning Post. Dan dua kapal perang yang mengawal Liaoning itu adalah kapal perang amfibi AS.

“Foto tersebut menunjukkan kepada semua orang bahwa departemen propaganda China ternyata masih bermental lemah”, menurut salah satu komentar di Weibo, sebuah platform media sosial yang sangat populer di China.

“Kami sangat patriotik, namun sia-sia”, seru pengguna lainnya.

Jet tempur J-15 dari kapal induk Liaoning

Trio jet tempur yang secara mencolok digambarkan melintasi kapal induk Liaoning adalah jet tempur J-10 buatan China, namun versi jet tempur yang dirancang untuk lepas landas dari kapal induk adalah jet tempur J-15 dan bukan J-10, menurut penekanan SCMP.

Dengan semua status sebagai salah satu negara terkaya di dunia, China nampaknya memilih untuk merayakan hari jadi militernya yang hebat dengan desain yang terlihat biasa saja dan mungkin dirancang oleh beberapa remaja yang sedang belajar Photoshop.

Orang mungkin akan bertanya-tanya mengapa negara Kementrian Pertahanan China tidak memilih untuk menampilkan kapal induk Tipe 001A yang baru selesai, kapal induk pertama yang dibangun oleh China.

Kapal induk itu memang belum meluncur ke laut, namun menurut foto satelit, perancah konstruksi di sekitar kapal telah diturunkan, dan komandannya tinggal menunggu kondisi pasang surut yang tepat untuk meluncurkan kapal induk tersebut.