Helikopter Mi-17 TNI AD Jatuh di Kalimantan Utara

Helikopter Mi-17 TNI AD

Helikopter MI-17 TNI AD yang jatuh di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Sabtu (9/11/2013), menewaskan 13 penumpangnya. Sementara enam penumpang yang selamat dievakuasi ke Tarakan melalui udara.

Menurut Komandan Kodim 0910 Malinau Letkol Inf Yamin Danao, korban tewas terdiri dari lima anggota TNI AD dan delapan warga sipil. Sementara penumpang selamat, dua anggota TNI dan empat warga sipil.

Helikopter Mi-17 TNI AD jatuh sekitar pukul 10.30 Wita saat mengangkut material pembangunan pos pengamanan perbatasan di sekitar Desa Apoping, Kecamatan Bahau Ulu, Malinau.

Kepala Dinas TNI Angkatan Darat Brigjen TNI Rukman Ahman menjelaskan, helikopter tersebut mengalami musibah saat hendak mendarat di helipad yang ada di Malinau.

Helikopter Mi-17 TNI AD

Informasi sementara yang dihimpun dari Malinau, helikopter kehilangan tenaga saat akan mendarat, lalu jatuh dan terbakar. Belum diketahui persis masalah mesin apa yang dialami helikopter buatan tahun 2012 tersebut.

Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda Iskandar Sitompul mengatakan helikopter yang jatuh di Malinau tengah membawa bahan bangunan untuk membangun pos di perbatasan Malinau. Delapan kru dan 13 pekerja konstruksi bangunan.

Kecelakaan helikopter MI-17 TNI AD di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, merupakan kecelakaan ke tiga yang dialami helikopter sejenis.

Agustus 2013, pintu helikopter MI-17 jatuh menimpa atap rumah dan kendaraan di Jalan Karina Sayang I, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2013). Pintu terlepas saat terbang latihan rutin.

Bulan Oktober 2013, MI-17 melakukan pendaratam darurat sekitar 600 meter dari Bandara Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Jumat (11/10/2013). 14 kru dan personel TNI dari Satgas-126 selamat dari kecelakaan Mi-17 tersebut.

Helikopter Mi 17 merupakan helikopter angkut yang mampu membawa 35 tentara bersenjata lengkap. Helikopter kelas menengah berat ini biasanya digunakan untuk pengamanan perbatasan, baik untuk pemantauan, maupun pengerahan pasukan dan logistiknya. Kini TNI AD membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter seharga 11 juta USD tersebut.