Taiwan “Pede” Akan Memperoleh Jet Siluman F-35B dari AS

Jet tempur siluman F-35B STOVL milik Korps Marinir AS, seperti yang diinginkan oleh Taiwan. © Combat Aircraft

Taiwan pada bulan Juli akan meminta persetujuan Amerika Serikat untuk membeli sejumlah jet tempur siluman Lockheed Martin F-35B Lightning II dalam jumlah yang belum ditentukan, sebagai upaya untuk mendapatkan superioritas udara terhadap pesawat tempur generasi keempat Angkatan Udara China, seperti dilansir dari China Topix.

Tampaknya Taiwan sangat pede (percaya diri) AS akan menyetujui permintaannya karena memiliki hubungan erat antara presiden AS Donald Trump dan presiden Taiwan Tsai Ing-wen. China, bagaimanapun akan berusaha melakukan semua upaya yang bisa diperbuat untuk menyabot kesepakatan tersebut.

“Kami akan mengirimkan permintaan kami ke AS untuk membeli jet pada bulan Juli. Kami berharap AS memahami kebutuhan kita. Jet tempur kita benar-benar sudah terlalu tua”, kata Wang Ting-yu, ketua Komite Legislatif Pertahanan Luar Negeri Taiwan.

Taiwan secara khusus ingin membeli jet tempur siluman F-35B, versi jet tempur yang hanya diterbangkan oleh Korps Marinir AS. F-35B terkenal karena kemampuan lepas landas dan mendarat dimana saja (SVTOL) selama ada permukaan tanah yang datar.

Taiwan akan menyertakan tawaran untuk membeli jet tempur F-35B pada pembelian senjata pertama, dan akan diserahkan ke pemerintahan Trump.

“Kami berharap bisa memperolah F-35”, kata Wang. “Kami telah menunggu update F-16V, namun terlalu lama, waktu mereka telah habis, jika kita membelinya sekarang, dalam waktu 10 tahun kedepan mereka tidak akan berguna lagi”.

Ketika mengajukan permintaan untuk membeli pesawat F-35B, Taiwan akan membatalkan permintaan lama untuk jet tempur multiperan F-16V yang lebih maju untuk menggantikan armada tuanya, menurut Wang.

Tidak ada presiden AS yang telah menjual jet tempur canggih ke Taiwan sejak George HW Bush pada tahun 1992 agar China tidak mengganggu Taiwan. Mantan presiden AS Barack Obama pada tahun 2011 menyetujui upgrade 140 unit armada jet tempur F-16 Fighting Falcon Angkatan Brsenjata Taiwan, sebuah keputusan yang telah memperburuk hubungan antara AS dan Beijing. Upgrade tersebut akhirnya tidak pernah terjadi.

Situasi anti Taiwan ini tampaknya telah berubah seiring dengan naiknya Donal Trump menjadi presiden AS dan setelah sambungan teleponnya ke Presiden Tsai pada bulan Desember 2016 sebelum Trump dilantik sebagai Presiden AS.

F-35 akan dikerahkan oleh Angkatan Udara Taiwan untuk mendukung Angkatan Laut dan Angkatan Daratnya. Taiwan yakin F-35B, varian STOVL, diperlukan untuk dapat memberi respon cepat terhadap ancaman dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).